BEST PRACTICE KENDALA PEMBELAJARAN DI RUMAH (LEARNING FOR HOME) SMPN I TULUNGAGUNG (2)
B. Kendala
yang dihadapi
Awal
diumumkan belajar dari rumah seluruh isi lapangan yang terdiri dari 1447 siswa
menyambut dengan penuh suka cita dan bahagia. Tidak hanya siswa yang terlihat
senang, gurupun juga merasa terbebas dari rutinitas memakai seragam dan setiap
jam 07.00 harus sudah siap di depan kelas. Namun dengan berjalannya waktu
ternyata kendala-kendala mulai muncul yang harus dihadapi. Dan ini semua pihak
harus mengantisipasi dengan cepat dalam arti semua harus belajarsangat cepat bagaimana
harus beradaptasi bmelaksanakan
pembelajaran dari rumah. Diantara kendala-kendala tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kendala
yang dialami Siswa
a. Peserta didik di SMPN 1 Tulungagung dari status sosial yang sangat
beragam. Sebagian besar dari kalangan menengah. Bahkan ada 8% siswa yang berasal
dari keluarga tidak mampu. Dari kondisi ini banyak diantara siswa
ynag tidak memiliki gawai, laptop, jaringan internet yang dapat menghambat
proses pembelajaran daring. Mereka tidak bisa hadir dalam pembelajaran daring.
b. Dari sebaran seluruh siswa SMPN 1 Tulungagung berasal dari hampir
seluruh kecamatan dan bahkan ada yang berasal dari luar kota Tulungagung. Dalam
pembelajaran daring mereka ada yang tidak dapat mengakses jaringan dengan
mudah, putus-putus bahkan ia harus keluar dari rumah untuk mendapatkan akses
jaringan.
c. Minggu pertama pembelajaran anak masih semangat dan senang
melakukan pembelajaran daring. Memasuki minggu-minggu berikutnya anak mulai
jenuh, bosan selalu belajar di rumah. Ia merindukan belajar di sekolah bersama
Bapak Ibu guru dan teman-temannya.
d. Dalam pembelajaran di rumah anak seringkali kurang fokus karena kurang disiplin terhadap jadwal dan seringkali belajar sambil makan, tiduran dsb. Bahkan ada beberapa anak yang tidak hadir dalam pembelajaran setelah diklarifikasi ia ketiduran. Dengan ketidakdisiplinan dalam mengerjakan tugas menyebabkan tugas-tugas itu menumpuk. Anak bisa stress ketika semua guru harus menagih semua tugas-tugasnya.
2. Kendala
yang dialami Guru
a. Guru SMPN 1 Tulungagung sejumlah 77 orang yang memiliki kemampuan
yang tidak sama dalam penguasaan IT. Guru-guru yang termasuk generasi Y lebih
mahir dalam bidang It dibandingkan guru yang masuk generasi X. Meskipun ada
beberapa guru generasi X mahir di bidang IT. Hal ini menyebabkan ada guru yang
terkendala dalam memberikan pembelajaran daring.
b. Keterbatasan kemampuan guru dalam menggunakan berbagai aplikasi
pembelajaran menyebabkan membosankan siswa. Hal ini karena guru hanya
melaksanakan model pembelajaran yang tetap. Bahkan ada sebagian kecil guru yang
hanya selalu memberi tugas, yang mengakibatkan dapat menyulitkan dan memberatkan
siswa dan orang tua.
c. Banyak siswa yang tidak mau memperhatikan, kurang fokus dan tidak berkontribusi
dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan target penguasaan kompetensi sulit
dicapai meskipun guru sudah menurunkan capaian target belajar/KD.
d. Ada beberapa guru yang kurang fasilitas teknologi sehingga
kesulitan untuk berinovasi dalam melakukan pembelajaran online dari rumah.
e. Ada anak yang tidak bisa hadir saat pembelajaran daring dengan
berbagai sebab menyebakkan guru harus melakukan pembelajaran atau tes ulang
diluar pembelajaran.
f. Guru kurang bisa memantau psikologi anak saat pembelajaran daring
sehingga hubungan emosional guru dan anak tidak bisa terbentuk.
3. Kendala
yang dialami Sekolah
a. Kompetensi Guru, kompetensi
guru yang beragam dalam menyelenggarakan pembelajaran daring menyebabkan
sekolah harus memfasilitasi pelatihan pembelajaran daring secara cepat.
b. Kedisiplinan Guru.
Ada diantara guru yang kurang disiplin dan
kurang semangat dalam melakukan pembelajaran dari rumah. Hal ini diperlukan
kesiapan sekolah untuk merencanakan dan melakukan supervisi secara cepat.
c. Sarana Prasarana
Sekolah dituntut untuk menyiapkan sarana
prasarana protokol kesehatan menghadapi pandemi covid-19. Disamping itu sekolah
juga harus menyiapkan sarana pembelajaran daring bagi guru dan siswa yang
terkendala.
d. Pembiayaan
Adanya covid-19 menyebabkan berubahnya sebagian
RAB sekolah dan melonjaknya pengeluaran masa covid-19. Tidak semua dana dapat
dan cukup diatasi dengan dana BOS. Sedangkan dana sumbangan orang tua terhenti
setelah adanya covid-19.
a. Latar Belakang Sosial Ekonomi, Latar belakang sosial ekonomi orang
tua/wali murid SMPN 1 Trulungagung sangat heterogen. Bagi orang tua yang
berasal dari latar belakang sosial ekonomi sangat rendah mengalami kesulitan
dan mengeluh untuk biaya paket data, pinjam HP dsb. Ditambah lagi beberapa
orang tua siswa yang terdampak dari Covid-19 mengalami hal yang sama.
b. Latar Belakang Pendidikan, Berbagai latar belakang pendidikan dan
kemampuan orang tua dalam membantu mengatasi persolan siswa dalam pembelajaran
daring. Hal ini menyebabkan anak kesuliatan mengerjakan tugas bahkan orang tua
merasa terbebani dan stress dengan berbagai tugas anak. Orang tua dari latar
belakang pendidikan rendah akan sulit beradaptasi dengan konten pembelajaran
anak-anak SMP sekarang.
c. Tuntutan pekerjaan, saat orang tua harus bekerja, ia juga dituntut
tetap mendampingi dan mengawasi anak di rumah maupun belajar. Hal ini menyebabkan
hasil belajar anak kurang maksimal.
d. Kedisiplinan waktu, beberapa anak ada yang tidak disiplin waktu
untuk mengurus dirinya dan tugasnya belajar. Hal ini menyebabkan orang tua
bekerja ekstra dalam membimbing, menasehati dan mendidik anaknya.
Rumit ya Bu
BalasHapusYaa begitulah Prof....
HapusLearning *From" Home
BalasHapusNjih Pak Doktor LFH
HapusLanjuutkan sampai finis..
BalasHapusSetelah ini best practice GPAI
HapusSeringkali aku merasa inovasi sbg GPAI terabaikan dg tuntutan inovasi sekolah.
Hapus