Seleksi PPPK
Bismillaahirrohmaanirrohiim... Sungguh...siapa yang tidak trenyuh melihat perjuangan saudara-saudara kita yang ikut seleksi PPPK? Di usia yang rata-rata sudah lebih dari separuh baya, rambut sudah beruban semua, kulit sudah keriput, beliau berusaha mengerjakan ulangan seperti anak sekolah. Hanya ingin keberadaan diakui ada dan setara dengan para guru lainnya. Usahanya tidak kurang, berbagai buku dipelajari dan berbagai pelatihan diikuti untuk menyamakan pengetahuan dengan anak-anaknya dan murid-muridnya yang baru lulus. Mungkinkah? Sebut saja Minah yang sudah 20 tahun mengajar di SD pinggiran pegunungan. Tiap bulan digaji Rp. 150.000,- Jangankan untuk mencukupi hidup sekedar membeli keperluan kebersihan diri saja tidak cukup. Semangatnya belajar sudah tak terhitung, tetapi saat ujian berlangsung ia terasa seperti masuk angin. Perut terasa mual dan badan serasa lemas. Mungkin karena memaksa menghafal berbagai teori pembelajaran sampai kurang tidur. Setelah mengerjakan setenga...