AKSI NYATA MODUL 3.1 – RANCANGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN

 By. Sadiyatul Munawaroh, M.Pd.I_Calon Guru Penggerak A.7/213_SMPN 3 Bandung


PERITIWA (FACTS) :

A. Latar Belakang

Sebagai pemimpin pembelajaran guru/ kepala sekolah harus memiliki keterampilan pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang tepat yaitu pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan, sesuai visi misi sekolah, berpihak pada murid, dan menumbuhkan berkembangnya iklim positif di sekolah akan berdampak terwujudnya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman sehingga bakat dan potensi dalam diri siswa bisa tercapai secara optimal.

Pengambilan keputusan yang tepat dan bijak juga mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya. Keputusan yang tepat akan menghantarkan mereka sukses dan sebaliknya kesalahan dalam pengambilan keputusan berdampak pada suramnya masa depan murid. Karena pentingnya peran guru dan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan ini maka harus dilakukan dengan langkah yang benar. Kegiatan ini dimulai dengan mengidentifikasi dilema etika atau bujukan moral, memanfaatkan 4 paradigma yaitu individu vs masyarakat, rasa keadilan vs rasa kasihan, kebenaran vs kesetiaan dan jangka pendek vs jangka panjang, menggunakan 3 prinsip pengambilan keputusan yaitu berbasis hasil akhir, berbasis peraturan, dan berbasis rasa peduli dan 9 langkah pengambilan keputusan dan pengujian.

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih ada guru yang belum memahami perbedaan antara bujukan moral dengan dilema etika, 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah-langkah mengambil keputusan dan pengujian. Tidak jarang keputusan yang diambil belum tepat yaitu berdasar nilai-nilai kebajikan maupun keberpihakan pada murid. Oleh karena itu, memerlukan upaya meningkatkan pemahaman guru/karyawan dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Berangkat dari kondisi tersebut, saya berusaha menyusun langkah-langkah strategis yang tertuang dalam rancangan tindakan aksi nyata yang akan saya lakukan.

 

B. Tujuan

Aksi Nyata Rancangan Pengambilan Keputusan berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin bertujuan untuk: 

  1. Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pengambilan keputusan melalui berbagi pengalaman baik kepada rekan sejawat.
  2. Meningkatkan pelayanan dalam pengambilan keputusan yang berpihak pada murid/guru
  3. Menerapkan pengambilan keputusan berdasarkan identifikasi kasus bujukan moral atau dilema etika, 4 paradigma, 3 prinsip, 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.

 

CTolok Ukur

Tolok ukur aksi nyata bagi calon Guru Penggerak dan teman sejawat adalah :

  1. Dapat mengidentifikasi antara dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma, 3 prinsip, 9 langkah pengambilan keputusan.
  2. Dapat mengaplikasikan 4 paradigma, 3 prinsip, 9 langkah pengambilan keputusan berdasarkan analisis kasus yang ada di sekolah.
  3. Meningkatnya pelayanan dalam pengambilan keputusan yang berpihak pada murid.
  4. Memberikan sumbangsih yang solutif  dan bertanggung jawab terhadap permasalahan yang dialami sesama guru/karyawan dalam pengambilan keputusan.

 

D. Linimasa Tindakan yang dilakukan

1.      Menyusun rancangan rencana aksi implementasi pengambilan keputusan di SMPN 3 Bandung. Penyusunan rencana aksi adalah langkah awal yang baik pelaksanaan kegiatan. Hal ini penting untuk menjamin kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Hasil aksi nyata ini adalah tersusunnya rencana aksi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

2.      Melakukan Koordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah dan guru BK. Hal ini penting dilakukan supaya semua wakil kepala sekolah dan guru BK sebagai ujung tombak rencana aksi ini lebih dahuku memahami yang akan dilakukan. Hasil dari aksi nyata tersebut adalah adanya dukungan dan bantuan dari wakil Kepala Sekolah dan guru BK untuk melaksanakan rangkaian aksi nyata pengambilan keputusan.

3.      Menyusun materi sosialisasi/diseminasi. Materi yang saya buat merupakan ringkasan materi modul 3.1 dengan beberapa perubahan terutama pada studi kasus yang sesuai dengan kasus nyata yang ada di sekolah. Tujuannya untuk memberikan kemudahan kepada guru/karyawan untuk menjalani proses penerapan pengambilan keputusan. Hasil aksi ini adalah tersusunnya materi diseminasi terkait pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

4.      Melakukan aksi nyata sosialisasi/diseminasi pengambilan keputusan kepada seluruh guru/karyawan SMPN 3 Bandung. Hasil aksi nyata ini untuk menyatukan pemahaman semua guru/karyawan tentang rencana aksi pengambilan keputusan di sekolah. Hasil aksi nyata ini adalah meningkatnya pemahaman dan keterampilan sejawat dalam pengambilan keputusan.

5.      Melakukan analisis kasus terkini di sekolah dalam pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin pembelajaran di kelas/sekolah. Langkah ini untuk menguatkan pemahaman tentang pengambilan keputusan berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi guru/karyawan. Hasil dari aksi ini adalah tersusunnya analisis hasil kasus yang terjadi di sekolah dari seluruh guru/karyawan.

6.      Melakukan komunikasi evaluasi, refleksi dan tindak lanjut dari hasil pengambilan keputusan masing-masing. Saya akan melakukan komunikasi melalui kelompok-kelompok diskusi kecil dan pada akhir kegiatan akan melakukan pertemuan dengan menggunakan lembar evaluasi. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana penerapan pengambilan keputusan oleh guru dan karyawan. Termasuk di dalamnya menggali temuan kendala yang ada. Hasil kegiatan ini adalah terpetakannya keberhasilan dan kendala yang dihadapi. Hal ini juga sekaligus untuk mengukur efektivitas keberhasilan pengambilan keputusan.

 

E. Hasil Aksi Nyata

1.      Tersusunnya rancangan aksi nyata diseminasi dan penerapan pengabilan keputusan di sekolah.

2.      Terwujudnya dukungan dan bantuan dari wakil Kepala Sekolah dan guru BK untuk melaksanakan rangkaian aksi nyata pengambilan keputusan.

3.      Tersusunnya materi panduan diseminasi terkait pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

4.      Terlaksana diseminasi berbagi pengalaman baik aksi nyata pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin untuk meningkatnya pemahaman dan keterampilan sejawat dalam pengambilan keputusan.

5.      Tersusunnya analisis hasil kasus yang terjadi di sekolah dari seluruh guru/karyawan.

6.      Terpetakannya keberhasilan dan kendala yang dihadapi dan terukurnya efektivitas keberhasilan pengambilan keputusan.

 

F. Dukungan yang dibutuhkan

Dukungan yang dibutuhkan adalah komitmen dari seluruh Waka, staff, guru dan karyawan SMPN 3 Bandung.

 

PERASAAN (FEELINGS):

Awalnya untuk melakukan aksi nyata modul 3.1. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin Pembelajaran merasa gamang/sulit karena budaya guru/karyawan yang sudah lama berada dalam zona nyaman dalam pengambilan keputusan. Namun, dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi dengan semua pihak di sekolah aksi nyata terlaksana dengan baik. Saat pelaksanaan perasaan senang dan lega karena sesuai rencana dan dapat menumbuhkan kolaborasi antar guru karyawan untuk menggali kasus yang dihadapi sekaligus melakukan analisis terhadap kasus tersebut. Perasaan bahagia sekaligus tertantang meningkatkan diri dan mempertajam ketrampilan pengambilan keputusan.

 

PEMBELAJARAN (FINDINGS) :

Pembelajaran yang saya dapatkan dari aksi nyata ini adalah (1) melakukan aktivitas menyusun rancangan yang matang terkait renacana perubahan pada aksi nyata diseminasi dan implementasi pengambilan keputusan;  (2) perlunya dukungan teman sejawat dengan menjalin komunikasi dan kolaborasi yang efektif untuk melakukan sebuah perubahan; (3) menyatukan persepsi untuk melakukan perubahan pada aksi nyata dengan memberdayakan rekan sejawat; (4) adanya berbagai kasus dari masing-masing guru karyawan dengan analisis yang sesuai konsep yaitu identifikasi, paradima, prinsip dan langkah pengambilan dan pengujian keputusan dapat memperkaya wawasan dan ketrampilan guru dalam pengambilan keputusan yang berpihak pada murid; (5) Adanya berbagai kendala yang dihadapi guru/karyawan dalam pengambilan keputusan merupakan bentuk refleksi untuk memperbaiki/ menyiapkan strategi alternatif dari aksi nyata untuk melakukan perubahan.

 

PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE):

Penerapan ke depan aksi nyata ini adalah (1) sebuah tekad perubahan implementasi pengambilan keputusan kepada diri saya sendiri selaku pemimpin sekolah; (2) berbagi pengalaman baik kepada seluruh guru/karyawan (sejawat) untuk meningkatkan pemahamannya dalam pengambilan keputusan yang berpihak pada murid; (3) melakukan analisis terhadap berbagai kasus yang ada sehingga dapat menerapkan pengambilan keputusan yang tepat dan bertanggung jawab; (4) meningkatkan komunikasi, kolaborasi, evaluasi dan refleksi dengan pihak terkait dan teman sejawat dalam pengambilan keputusan.

Demikian gambaran aksi nyata modul 3.1. Pengambilan Keputusan Berbasis nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin yang telah kami susun. Semoga perubahan ini akan membawa manfaat dan keberkahan bagi murid, guru/karyawan dan sekolah khususnya serta masyarakat dan bangsa umumnya. Hanya kepada Alloh Swt kami mohon petunjuk dan pertolongan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Aman Mengatasi Blendrang

Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid