Komunikasi sebagai Kunci Hidup sehat (1)

Empat kompetensi yang harus dikembangkan guru dalam pendidikan sehingga dimiliki siswa di abad 21 adalah 4C, yaitu Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan menyelesaikan masalah), Creativity (kreativitas), Communication Skills (kemampuan berkomunikasi), dan Ability to Work Collaboratively (kemampuan untuk bekerja sama). Upaya untuk mengembangkan ini sejalan dengan proses pembelajaran yang dilakukan guru. Salah satunya adalah kemampuan berkomunikasi. 

Komunikasi ini penting untuk menuju kesuksesan siswa di masa yang akan mendatang. Untuk itu diperlukan kemampuan komunikasi efektif sebagai soft skill yang bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi efektif adalah strategi bagaimana kita menciptakan hubungan baik dengan rasa empati sehingga sebuah tujuan tercapai. Untuk menciptakan komunikasi efektif  melalui pertukaran ide, pemikiran, informasi, pengetahuan dll. Jika komunikasi ini bisa saling dipahami oleh kedua belah pihak maka akan dapat mewujudkan hubungan baik. 

Dalam komunikasi efektif penekanannyapenekanannya pada bagaimana cara kita mendengarkan untuk mendapat makna penuh dari apa yang dikatakan dan dia merasa didengarkan. Sehingga apa yang kita bicarakan dapat dipahami tapi juga bagaimana kita memahami apa yang dia sampaikan dan pikirkan. Dalam komunikasi efektif yang dipentingkan adalah bagaimana bisa menjalin hubungan baik, dan hubungan baik ini akan mencipta hidup sehat dan bahagia.

Untuk mencapai komunikasi yang baik dan hubungan yang baik melalui empati dan.kolaborasi.. Cara ini kelihatannya mudah tapi untuk menerapkan perlu latihan seumur hidup. Empati adalah usaha untuk memahami cara pandang orang lain berdasarkan cara pandang dan realita  keadaan orang tersebut. Empati dapat dilakukan dengan cara observasi, melihat perasaannya, melihat kebutuhannya dan melihat keinginannya. 

Observasi adalah bagaimana kita dapat melihat keadaan. Selain itu kita melihat apakah efek keadaan ini, lawan kita memiliki perasaan tertentu yang dikemukakan oleh ekspresi wajah, komunikasi verbal yang kadang-kanadang tidak mengartikulasikan yang sebenarnya. Untuk komunikasi efektif kita tidak seharusnya memberikan lebel tertentu dari apa yang kita lihat saat itu(proses instan), karena sebanarnya dibalik itu ada kebutuhan.

Jika kita sudah tahu dan paham kebutuhan siswa maka kita akan dapat mengakomodir permintaannya. Dan kalau permintaan dapat terpenuhi maka akan menjadikan hubungan yang baik dan komunikasi lebih efektif. Banyak komunikasi dapat diselamatkan karena kita menjauhi asumsi dan solusi di awal, solusi tidak dapat di awal jika kita tidak mengetahui perasaan dan kebutuhannya. Kita merubah pola pikir dari menghakimi kepada memahami kebutuhan siswa sehingga jika dapat diakomodir akan terjadi hubungan saling mengerti dan saling paham. Dalam komunikasi kita fokus di progres bukan pada kemenangan instan dengan paham kebutuhan orang lain, kebutuhan kita dan tercipta hubungan yang baik. 

"Mendengar  untuk mengerti, bukan untuk merespon"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Aman Mengatasi Blendrang

Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid