Pilihan Hidup

Menjalani hidup bagi seseorang selalu dihadapkan pada pilihan, sehingga orang sering mengatakan "Hidup adalah pilihan". Pilihan mana yang harus kita lalui, jalani dan optimalkan. Mengapa pilihan? Karena memang banyak yang bisa dilakukan seseorang. Ibarat jalan kita dihadapkan pada banyak cabang dan hidup harus berjalan yang berarti harus pilih diantaranya. Apakah mundur, tetap berhenti, jalan yang lurus, berkelok-kelok, naik turun dan sebagainya. Tentu orang itu sendiri yang bisa mengukur kesiapan, bekal dan kemampuannya. 
Setiap pilihan pasti ada resiko dan itulah yang mesti dipertimbangkan dengan kemampuan, bekal dan kesiapan. Sekiranya mampu tidak ada salah memilih jalan dengan tantangan yang berat namun jika tidak siap tentu harus ambil yang aman-aman saja. Yang jadi persoalan adalah sebenarnya mampu menaklukkan tantangan tapi pilih yang tidak ada/kecil tantangannya atau sebaliknya sebenarnya dia tidak mampu tapi memaksa memilih yang tantangannya berat. Adakalanya pilihan itu berat semua tantangannya dan iapun harus tetap menjalaninya. 
Nah...seseorang yang memilih jalan hidup hendaknya mempertimbangkan masak-masak berdasarkan pemikiran dan logika maupun intuisi. Logika tentu penting karena seseorang melakukan sesuatu berdasar berbagai pertimbangan akal sehat, namun intuisi juga penting karena disanalah letak kebenaran haqiqi. Apa yang kita pilih akhirnya terukur bukan berdasar nafsu semata.
Manusia diberi waktu 24 jam tiap hari untuk menentukan pilihan terbaiknya sehingga pada akhirnya bukan penyesalan dan kehancuran yang terjadi tapi kesuksesan dan kebahagiaan. Meskipun kita tahu bahwa Alloh Swt akhir dari penentu atas ikhtiar manusia dalam pilihannya. Idealnya memang sesuatu yang kita pilih adalah sesuatu yang dikehendaki Tuhan. Kondisi seperti itu tentu menyenangkan karena sukses dengan pilihan. Namun tidak jarang seseorang mendapati kondisi sebaliknya. Pilihan hidupnya berjalan terseok-seok. Tentu kondisi seperti ini akan sangat memberatkan. Tapi ingatlah adakalanya ikhtiar manusia belum sampai puncaknya untuk menggapai karena tetaplah tidak lelah dalam mencoba dan mencapainya. Pilihan hari ini adalah hasil di masa depan.
Semangat....

Komentar

  1. Tulisan yang menginspirasi bu. Tapi ngapunten, menawi enternya saget ditambahi, supados paragrafnya ketawis.

    BalasHapus
  2. Hidup memang pilihan, tapi di saat yang lain hidup sudah menjadi ketentuan yang harus dijalani

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Aman Mengatasi Blendrang

Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid