Menyusun Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
Sebagai salah satu usaha pengembangan sekolah adalah menyusun visi, misi dan tujuan sekolah. Pengembangan sekolah merupakan upaya dalam mengadakan perubahan sekolah menuju peningkatan mutu. Strategi pengembangan ini akan nampak dari kemampuan kepala sekolah dan seluruh komponennya dalam menuangkan dalam visi, misi dan tujuan. Penyusunan ini penting dilakukan karena akan menjadi haluan dan sekaligus branding sekolah.
Visi, Misi dan Tujuan sekolah sebagai hal yang penting dalam pengembangan sekolah hendaknya disusun dengan langkah yang tepat. Jangan sampai hal tersebut hanya sebagai tuntutan formalitas administrasi sekolah sehinggga sekedar ada. Kalau sekedar ada berarti visi misi dan tujuan bukan lagi menjadi potret dari sekolah, bukan lagi mimpi seluruh warga sekolah namun sekedar kata-kata indah yang terpajang di gerbang masuk dan dokumen penting sekolah.
Sebagai upayanya hendaknya sekolah mendasarkan pada langkah kerja dalam penyusunan ini secara benar. Langkah kerja dimulai dari pembentukan Tim Pengembang sekolah (TPS) yang terdiri dari semua unsur dalam sekolah itu seperti Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, komite sekolah, orang tua, dan stakedholder. Kelengkapan semua unsur dalam tim ini penting karena akan semakin menyempurnakan rumusan visi, misi dan tujuan sekolah menjadi tujuan bersama.
Selanjutnya TPS akan bertugas sesuai bidang dan tupoksinya masing-masing dengan selalu melakukan koordinasi, memperhatikan dan mengingat bahwa ini merupakan cita-cita bersama di masa depan. Rumusan visi misi dan tujuan sekolah ini hendaknya mampu memberikan inspirasi, motivasi dan kekuatan bagi seluruh warga sekolah dalam melaksanakan fungsinya. Dengan demikian masukan dari warga sekolah dan pemangku kepentingan diperlukan.
Dan yang tak kalah pentingnya adalah pemahaman visi, misi dan tujuan sekolah tersebut kepada seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan. Karena jika keliru pemahaman terhadap rumusan itu, akan menjadi sia-sia dan sekedar mantra yang tidak berjiwa. Mereka menganggap bahwa itu hanyalah tugas dan tanggung jawab TPS yang tidak diinternalisasikan dalam program dan gerak langkah sekolah dan tidak berdampak apapun terhadap warga sekolah. Nah, kalau begini yang terjadi dokumen visi misi dan tujuan sekolah hanya menjadi bagian dari kelengkapan administrasi.
Walloohu a'lam
Komentar
Posting Komentar