Membangun Komunikasi dengan Orang tua Siswa

Membangun komunikasi dengan orang tua siswa merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran daring. Hal in karena anak-anak belajar dalam pantauan dan pendampingan orang tua di rumah, sedangkan guru pantauannya jarak jauh. Komunikasi orang per orang baik lewat BK, wali kelas ataupun guru selalu dilaksanakan tetapi tentu tidak menyeluruh. Untuk meyamakan persepsi dalam pembelajaran jarak jauh ini antara orang tua dan guru/ sekolah perlu dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi menyeluruh.

Agenda kegiatan sosialisasi yang dibagi oleh host adalah pembukaan, Sambutan Kepala Sekolah, materi dari waka kurikulum dan waka kesiswaan dan penutup do'a. Bapak Drs Sujito, M.Pd selaku Kepala Sekolah menjelaskan secara umum program sekolah selama masa pandemi covid, kebijakan sekolah dan SE Kemendikbud nomor 1 tahun 2021 tentang peniadaan Ujian Nasional serta pelaksanaan Ujian Sekolah.

Selanjutnya selaku Waka Kurikulum menyampaikan materi tentang Tantangan dan Peluang Pembelajaran Daring. Materi ini diawali dari penjelasan terkait 6 point permasalahan pembelajaran daring mulai sarpras, akses  dan jaringan, pendampingan, motivasi belajar, aplikasi pembelajaran dan komunikasi. masing-masing bagian kita uraikan berdasar fakta riel di lapangan yang terjadi. Misalnya sarpras anak-anak terfasilitasi bantuan quota dari kemendikbud, dirumah banyak yang sudah punya wifi, sekolah memfasilitasi bagi anak kurang mampu, sekolah menyediakan lebih 500 buah tablet dan meminjamkan pada siswa yang tidak memiliki sarana yang memadai, di tiap balai desa ada fasilitas wifi bagi anak yang kesulitan akses atau paket data. dari sini jelas tergambar bahwa tidak ada alasan anak tidak bisa belajar karena sarpras. Selanjutnya terkait jaringan, bahwa akhir-akhir ini jaringan internet di Tulungagung utamanya di kota jarang ada masalah. Kalau toh ada yaa biasanya jarang dan segera teratasi karena itu jika anak dari Karangwaru beralasan jaringan dan jaringan tentu itu tidak masuk akal.

 Selanjutnya pendampingan orang tua, memang sebagian besar orang tua bekerja pada saat anak masuk sekolah, namun diharapkan orang tua dapat selalu mengkondisikan dan memantau belajar anak pada saat PBM maupun setelah orang tua pulang dari kerja. Kita menyampaikan data keaktivan dan motovasi belajar anak sebagai berikut: Aktif 75%, kadang aktif 20% dan tidak aktif 5 %. Pembe;ajaran dilakukan dengan kelas google classroom dan WA group dan aplikasi ulangan menggunakan quizziz dan google formulir. Sudah semua anak memahami aplikasi ini dan semua sudah melaksanakan. Memang ada beberapa kali permasalahan namun bisa di atasi. Kunci dari itu semua adalah jalinan komunikasi antara anak dan orang tua, siswa dan guru dan orang tua dengan guru/ sekolah. Setiap ada permasalahan sebaoknya kita hadapi, komunikasi dan selesaikan jangan sampai malah mundur dan menarik diri bahkan sulit berkomunikasi.

Tampilan berikutnya kami paparkan temuan guru atau chating guru dengan siswa terkait alasan jika ia tidak masuk dalam kelas. Semua kami kumpulkan dari masukan bapak ibu guru mulai dari bangun kesiangan, lupa pelajaran, HP di jas, jaringan, paket data, ndak bisa masuk kelas gc, quota ndak bisa untuk google meet, mic error, disuruh orang tua, diajak pergi orang tua, lupa mengirim tugas, kepala pusing dan sebagainya. kami juga menyampaikan ada beberapa anak yang mengerjakan soal HOTS hanya 20 menit dengan nilai jelek/ asal-asal mengerjakan tugas, termasuk mengirimkan tugas tanpa ada isinya, anak yang waktu belajar keluar rumah, disuruh orang tua membantu bekerja beli sarapan dsb.

Sekolah menyampaikan beberapa fakta sebagian anak yang tidak terkendali dalam bermain HP, game online, drakor, yutube dan membuka situs porno. Waktu anak sepenuhnya di rumah, pemantauan anak, termasuk anak SMP dalam masa yang cukup rawan karena memasuki remaja. Sebagai solusinya orang tua dan sekolah meningkatkan layanan kepada anak utamanya yang bermasalah untuk meningkatkan komunikasi dan pendampingan.

bersambung...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Aman Mengatasi Blendrang

Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid