Anak-anak Hebat
Di tengah pandemi covid-19 yang meliputi hari-hari di beberapa bulan ini membawa kebingungan, kepanikan, ketidakpastian. Dampaknya memicu stress masyarakat semakin meningkat. Hal itu memang terjadi, apalagi yang hari-harinya selalu mengkonsumsi informasi di media sosial. Ini justru menggoreng hati mereka, tidak semangat dan tidak punya nyali. Mereka kebingungan dengan apa yang harus dilakukan.
Terlebih lagi orang tua yang beralih fungsi sebagai pendamping belajar anak semakin bingung. Bingung mengatur waktu kerja dan mendampingi anak, bingung dengan konten materi yang bukan bidangnya dan tidak dikuasai, bingung jika anaknya ndak mau belajar, bingung anaknya yang tidak lepas dari game online atau drama korea dan seterusnya dan seterusnya. Para mak-mak dari kalangan desa sampai yang tergolong kelompok sosialita merasakannya.
Namun hal ini berbeda dengan orang tua yang memiliki prinsip pendidikan terhadap anaknya. Sebut saja Pak Arifin, beliau beserta istri adalah guru yayasan di lembaga pendidikan swasta di kota ini. Kalau dilihat dari penghasilan, jabatan dan pengaruh tergolong biasa saja. Tapi dari sini prinsip dan cara membimbing, mendampingi dan mengarahkan anaknya sungguh kita angkat topi. Memang semua anaknya belajar di sekolah negeri yang kebetulan disitu saya mengajar. Namun demikian ia betul-betul mampu menggunakan waktu luang anak dengan belajar daring untuk hal yang luar biasa.
Setiap pagi Adis kelas 9A belajar daring seperti layaknya teman yang lain sampai dhuhur. Selepas sholat Dhuhur semua tugas sekolah harus terselesaikan. Anak diarahkan jangan sampai menunda tugas dan tidak segera mengirimkannya. Anak-anak diberi kesempatan bermain sore hari. Selepas sholat Asar ia mengaji di salah satu pondok khusus tahfidz dan pulang setelah sholat subuh. Pada waktu mengaji di Pondok Adis bebas dari HP dan sejenisnya. Begitulah setiap hari yang dilakukan mulai bulan Maret 2020 sampai sekarang.
Saat sebelum masuk pondok memang sudah ngaji tetapi karena waktunya sangat terbatas dan harus berbagi dengan belajar di sekolah, menjadi pengurus remaja masjid di sekolah dan tambahan pelajaran di kelas unggulan sering kali malam sudah sangat capek. Waktu itu ia hafalannya sampai juz 3, dan selama hampir satu tahun di masa pandemi covid ia sudah sampai juz ke 15.
Berbeda lagi dengan bu Aisyah yang berprofesi sebagai guru. Beliau membimbing sendiri putranya Rafi kelas 9 B untuk menghafal Al-Qur'an. sampai saat ini ia sudah masuk di juz ke 6. Untuk belajar ia cukup istiqomah menyisihkan waktunya. ia pun juga layaknya anak-anak yang lain bermain dan membantu neneknya mengantar pesanan nasi kotak.
Pak Arifin dan bu Aisyah adalah sosok orang tua yang mampu memanfaatkan peluang di masa pandemi covid untuk membersamai anak mengarahkan, membimbing dan menguatkan karakter. Disamping keduaanak ini masih ada sekitar 20 anak dari kelas 7,8 dan 9 yang ikut ekstra tahfidz. Meskipun hasilnya belum bisa menyamai Adis tapi saya optimis akan masa depannya anak-anak ini. Ia terus menghafal dan belajar dengan capaian masing-masing, namun demikian memang dorongan, sikap dan keputusan orang tua sangat berpengaruh pada keberhasilannya.
Selaku guru saya bangga dengan mereka, sebut saja Bhisma selaku ketua Remas yang sering saya arahkan dan bahkan saya marahi dalam memimpin kawan-kawannya, menyiapkan proposal, juknis lomba daring bahkan menyusun laporan. Meskipun hafalannya masih di juz 30 tapi ia punya kelebihan di orasi di atas kawan-kawannya. Bacaannya sudah melampaui kawan bahkan gurunya sehingga pertanyaannyapun kadang membuat kita tercengang.
Begitu juga dengan Rahma yang saat ini menggeluti literasi begitu juga Khoudhotun, Mirna dan masih banyak lagi anak hebat yang bisa melihat dan memanfaatkan peluang. Bahkan mendengar cerita mereka setelah ini masuk pesantren seperti kakak tingkatnya saya sudah bangga, karena mereka semua tidak punya sejarah pesantren di keluargannya. Semoga masa depanmu gemilang meskipun kita mengukir cukup diteras masjid ditemani air mineral. Keberhasilan Tasya yang masuk kedokteran dari tahfidz maupun Camelin dan kakak-kakak nya yang lain semoga menginspirasi.
Waloohu a'lam...
Kreatif bu hj...
BalasHapus