Oleh-oleh dari Webinar Penulisan Artikel jurnal dari PTK
Salah satu poin peningkatan kompetensi profesional guru adalah melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Hasil dari tindakan refleksi tersebut dapat bermanfaat untuk perbaikan proses pembelajaran yang dilaksanakan dan pengembangan pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu. Proses ini dilakukan melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). PKB terdiri dari pengembangan diri, membuat karya inovatif dan publikasi ilmiah.
Kegiatan pengembangan diri melalui MGMP/KKG, seminar, workshop dan kegiatan ilmiah lainnya banyak dilakukan guru. Hal ini karena lebih mudah dan biasanya kegiatan bersifat kolektif. sedangkan kegiatan Karya inovatif seperti penyusunan PTK, artikel, best practice dan laiinya belum banyak diminati guru dan nyaris sebatas persyaratan kenaikan pangkat. Itupun banyak diantaranya yang tidak membuat sendiri. Dan apalagi jika sudah masuk kegiatan publikasi ilmiah itu adalah hal yang sangat tidak diminati para guru.
Sebenarnya kewajiban untuk menulis karya inovatif atau publikasi ilmiah sudah dilakukan ketika guru pada golongan III/b ke III/c yang biasanya dalam bentuk PTK. Bagu guru wajib menulis artikel jurnal ber ISBN ketika sudah memiliki golongan IV/a ke IV/b dan seterusnya. Penilaian kenaikan pangkat sampai IV/b juga masih dilakukan di Kabupaten masing-masing sehingga masih dirasa tidak terlalu berat. Dan hampir semua guru berhenti pada pangkat dan golongan ini.
Hal ini dikarenakan kenaikan pangkat dari IV/b ke IV/c ini dilakukan di provinsi (LPMP). dari beberapa pengalaman yang pernah dicoba banyak yang dikembalikan untuk pembenahan di karya inovatif dan kurangnya publikasi ilmiah. Ini merupakan salah satu hal yang menyebabkan guru enggan melanjutkan kenaikan pangkat.
Pengalaman saya sendiri, seharusnya sudah satu tahun yang lalu saya bisa mulai mengurus kenaikan pangkat pada golongan IV-c. Beberapa persyaratan telah terpenuhi kecuali u publikasi ilmiah berupa jurnal dan PTK yang belum terapikan. Apalagi saat ini jurnal harus juga sudah OJS. Bagaimana dimana tentang OJS belum banyak saya pahami namun ada keinginan untuk tahu tentang itu.
Sampailah akhirnya dipertemukan dengan kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Judul Seminar itu adalah tentang merubah PTK menjadi artikel jurnal, bahkan ada fasilitas pembimbingan sampai bisa ke jurnal. Sungguh kesempatan yang tidak boleh saya lewatkan.
Sebenarnya untuk pembuatan artikel jurnal dari PTK itu tidaklah sulit dan sudah beberapa kali membuat. Tetapi untuk dapat memasukkan artikel ke jurnal yang sudah OJS itu belum berpengalaman. Bersyukur ada bimbingan sebagai tindak lanjut seminar. Saya ikuti tahapan-tahapan mulai judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, saran dan daftar pustaka. Alhamdulillah sampailah pada finishing tentang pengecekan plagiasi, yang ini saya belum bisa dan meterjemahkan abstrak ke dalam bahasa Inggris ini saya juga tidak kompeten. Saya serahkan pada ahlinya untuk dapat dibantu dan akhirnya dapat selesai di penghujung bulan Desember.
Setelah saya kirim ke group seminar klinik jurnal saya dibantu mendapatkan sebuah templete jurnal sinta 4 dengan dikonfirmasi sebelumnya. Pikir saya apapun yang penting masuk dan bisa untuk tambahan kenaikan pangkat. Dengan senang hati saya setuju yang penting segera dapat dimuat.
Setelah file terkirim ke pendamping, agak tenang dan saya pikir semuanya sudah selesai tinggal menunggu hasilnya. Ternyata ada chat "Ibu silahkan membuat orcid id dan setelah itu silahkan mendaftar melalui link ini". Yaa allooh...Ini makanan apalagi bathin saya. Dalam kebingungan ini akhirnya kuberanikan diri bertanya. Maaf Ust.... orcid id itu apa yaa. Beliau menjawab bahwa itu adalah identitas peneliti atau penulis yang akan digunakan di semua jurnal ketika akan mengirim tulisan. Saya menjawabnya terima kasih tapi tidak semakin faham dan mengerti. Dalam kegalauan malam itu kuberselancar di dunia maya dan mendapatkan gambaran. Untuk meyakinkan pemahaman, malam hari saya menghubungi adik yang di Malang. Nduk...(ini bahasa kesayangan di keluarga kami) bla bla bla kusampaikan semua. Sek yoo engko buuengi aku jik pemateri seminar. Gek bengi lho seminar opo tanyaku, Timur Tengah urung bengi iki jik sore. yoo wes lek ngono.
Setelah tadi malam berlari kesana kemari kuyakinkan diri mulai membuka orcid-id. Keberanian ini ku ibaratkan seperti seorang anak baru bisa naik sepeda dan ia diajak temannya di jalan raya. Sama halnya keberanian ini terjadi karena selalu didampingi tutorial dari mbah google. Setelah sukses mendapat nomor di orcid id, kulanjutkan dengan membuka link jurnal. Dengan tetap setia pada tutorial di google dan selalu bertanya piye nduk... piye leee...kuikuti tahapan mulai register sampai submission yang disitu ternyata masih ada 5 tahapan lagi. Alhamdulillah sore itu selesai prosesnya. Hasilnya saya screenshoot dan kukirim kepada Ust Aziz untuk dikomunikasikan dengan pihak jurnal. Walloohu a'lam.
Heeemmmmm.... Perjuangan menuju puncak memang rumiit...
BalasHapusPengalaman adalah guru yang berharga, terus semangat berkarya bu....
BalasHapus