Ngaji Bareng Subuh (2)

Ngaji bareng subuh adalah sebuah alternatif dari pembiasaan kegiatan spiritual siswa. Di masa pembelajaran luring/tatap muka, biasanya anak-anak membuat kolom-kolom laporan kegiatan spiritual, yang tiap awal pembelajaran ditumpuk di meja guru. Sambil menunggu anak-anak tadarus dan sholat dhuha laporan mingguan itu saya teliti dengan catatan saran maupun kesan, paraf di bawah paraf orang tua dan dimasukkan daftar nilai sikap dengan predikat. Kalau dibilang rumit yaa mungkin begitu bahkan menyita waktu sehingga tidak sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang sudah tersusun. Namun saya menganggap ini penting untuk membiasakan sikap spiritual siswa. Meskipun beberapa siswa tidak menyukai, hal ini terbukti adanya buku laporan yang sering kosong. 

Di masa pandemi model itu harus tergantikan. satu semester mencoba beberapa trik namun hasilnya kurang maksimal. Ini dimulai dengan pemetaan siswa menjadi beberapa tingkat dari sisi kecerdasannya maupun kerajinannya. Selanjutnya kelas terbagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok terdiri maksimal 7 siswa dengan asumsi saat vidcall guru bisa masuk. Di tiap kelompok  ada penanggung jawab sekaligus menjadi tutor membaca Al-Qur'an. Pemberian nama tutor ini ambil dari metode yang digunakan yaitu tutorial sebaya.

Siapa yang terpilih menjadi tutor? Tutor adalah mereka yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an paling baik dalam kelompok itu, disamping rajin dan bertanggung jawab. Tutor sangat membantu siswa bermasalah untuk menyelesaikan tugas  membaca, hafalan dan mengidentifikasi hukum bacaan tajwid. Jika sudah dianggap ada perubahan tutor menyampaikan laporan kepada guru. Hal ini dikarenakan siswa tertentu perlu pendekatan dan pengulang-ulangan dalam KD ini.

Pada semester genap di awal pembelajaran telah membentuk group tutor masing-masing kelas. Kegiatan ini diawali dengan diskusi dengan mereka terkait program ngaji bareng subuh. Penjelasan ini dimulai dari mengapa waktunya subuh? Ini berangkat dari fakta bahwa banyak siswa yang masih suka mbangkong dan sholat subuhnya terlambat atau tidak sholat subuh. Dengan program  yang dilaksanakan mulai jam 5 pagi diharapkan dapat membiasakan siswa rajin dan istiqomah melakukan sholat. Disamping  juga melatih kebiasaan membaca Al-qur'an setipa hari.

Ketentuan Program ngaji bareng Subuh:

1. Tiap kelompok terdiri dari 6-7 siswa dengan satu atau dua orang tutor/penenggung jawab.

2. Tutor memegang instrumen hasil kegiatan ngaji bareng subuh (sesuai petunjuk guru).

3. Tutor mencatat kegiatan sesuai dengan instrumen dan melaporkan siswa yang tidak aktif.

4. Ngaji bareng dilaksanakan setelah sholat subuh dimulai jam 05.00 pagi dengan cara vidcall kelompok.

5. Setiap siswa membaca menimal 5 ayat kecuali bagi mereka yang masih belum bisa/belum lancar boleh membaca 1 atau 2 ayat dan siswa yang sudah mahir boleh membaca lebih banyak.

6. Siswa yang belum lancar membaca diberi kesempatan paling awal.

7. Bagi siswi yang menstruasi cukup ikut mendengarkan/menyimak bacaan teman-temannya dengan laporan HAID dan keterangan menyimak.

8. Guru masuk di group vidcall dengan diundang oleh tutor.

Wallohu a'lam...


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Aman Mengatasi Blendrang

Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid