Mengejar Tugas Daring (2)

Sejak siang tadi sudah kukirim di WA Group beberapa nama yang belum menyelesaikan tugas, belum ulangan bahkan ada salah satu anak yang belum mengikuti PAS. Ini adalah tagihan untuk yang kesekian kalinya karena pelaksanaan PAS sudah usai dan nilai harus segera di input di e-rapor.  Dan untuk memastikan jurusku sukses  masing-masing anak ku chat. Naaak... tolong japri ibu yaaa, ini puuuentiiing dengan tambahan edmoji yang ada daun waru, yang menurut ilmu cintakatanya adalah simbul cinta. Saat itu yang tersirat dalam benakku adalah rasa kasihan jika  nilainya harus kurang karena ada tugas atau ulangan yang kosong. Apalagi kalau rata-ratanya di bawah KKM dengan predikat D, siapapun tentu tidak menghendaki. Sebagai orang tua saya bayangkan anak-anak ku sendiri jika mendapat nilai kurang bagus tentu akan sangat sedih. Dalam angan teringat beberapa berita di media yang anaknya dihajar habis-habisan karena nilainya jelek. Ada juga yang justru menyalahkan guru karena dianggap ndak bisa mengajar dan ndak bisa  memotivasi siswa. Atau bahkan kepedihan dan airmata orang tua yang tertuang dalam bait-bait do'a panjang.

Beberapa saat setelah kukirim terlihat beberapa chat masuk. Alhamdulillaah...dengan cepat segera kuraih HP yang tergeletak dengan penuh harap. Kubuka pertama japri mungkin karena malu di WA group iyaa Maam. ku kejar dengan kalimat Kapan Naak...dan berikut ia menjawab "Tugas saya apa ya Maam. Astagfirullooh piye to bocah iki dengan tetap berusaha seramah dan sesabar mungkin, Coba nak buka di WA Group dan di GC yaaa...iyaa maamm. 

Selanjutnya kubuka chat yang kedua dengan japri juga. Maaf maam HP saya ndak bisa mengirim ke GC. Aku bingung karena setelah kilihat anak ini tugas dan ulangannya banyak yang belum diselesaikan. Kenapa kataku dengan sabar? Jawabnya ndak tahu maam sudah berulangkali saya coba ndak bisa. Padahal semua tugas sudah disematkan di GC untuk memepermudah sampai penilaian. Di coba lagi nak, kalau ndak bisa  akan saya kirim kode quizziz nya. Dan beberapa saat saya tanya bagaimana nak...tetap ndak bisa maam, ok ibu kirim kode quizziz yaa, silahkan dikerjakan tapi tunggu jam 16.00 karena ibu masih mau menghubungi yang lain. iyaa maam. 

Anak ketiga saya kubuka chatnya " Wa'alaikum salam wr wb. Maaf Maam saya sudah ulangan dan sudah lengkap semua tugas. Iya to nak jawabku dengan segera mengecek nilai di GC. Di GC tidak ada, apakah akun yang digunakan quizziz dan GC beda yaa nak? Tidak buu jawabnya dan segera ku jawab dengan singkat silahkan tunggu saya lihat di Quizziz yaa atau kirim ss nya nak. Maaf bu sudah hilang. Kuperiksa satu persatu report di quizziz kucocokkan dengan kelas, materi dan tanggal, dan setelah cocok kubuka dan kuperiksa dengan seksama ternyata sudah ulangan dan nilainya tercantum 95 untuk KD Aqiqoh dan Kurban dan 92 untuk KD Sejarah masuknya Islam di Nusantara. Denag temuan ini akhirnya kuperiksa semua hasil ulangan di Quizziz dan ada satu anak lagi yang nilainya tidak langsung masuk di GC. Segera ku japri mereka berdua dengan permintaan maaf lebih dahulu dan menyampaikan kalau di quizziz sudah ada nilainya. 

Kulanjutkan chat kelima dengan santai ia jawab "tugas saya apa yaa buu. begitu juga yang keenam dan seterusnya. Astagfirullooh dengan tetap menahan gejolak hati saya jawab sama untuk melihat GC dan WAG. Susulan ulangan yang sedianya dilaksanakan jam 16.00 kutunda setelah sholat isyak karena waktu sudah menunjukkan pukul 16.10 dan saya khawatir tetap bingung atau ndak tahu kekurangannya, meskipun ada yang pura-pura lupa dan malas untuk ngecek. Kuperiksa buku nilai manual dan daftar nilai di GC begitu juga kiriman tugasnya. Akhirnya terekap masing-masing kelas dan segera kukirim di group kelas. Masing-masing mereka juga saya japri. Seharian penuh tidak beranjak pantat seakan tiada rasa dan kepala sudah terlalu penat. Sebentar lagi isyak segera kusematkan susulan ulangan sebagai tugas dengan durasi waktu jauh lebih lama dari ulangan biasanya. Denagn sisa tenaga yang ada kutinggalkan laptop menuju dapur untuk menyiapkan makan. Tidak ada selera sedikitpun untuk mencicipi makanan tapi demi kesehatan tetap kukunyah sampai habis. Beberapa saat kutelan sebutir vitamin yang memang sudah kusiapkan untuk dopping tenaga. 

Sambil rebahan kutunggu ulangan susulan dari 6 kelas yang saya ampu sampai ternyata saya tidur beneran. Saya terbangun saat suami pulang dari rumah saudara. Segera bangun dan kulihat jam di dinding sudah pukul 22.43. Segera kuperiksa hasil ulangan susulan anak-anak, dan ternyata masih ada 8 nama yang tetap tidak mengikuti. Malam itu juga langsung saya japri dengan harapan segera selesai. Dan dua anak menjawab, yang satu mengatakan kalau lupa dan satunya tetap terkait HP yang tidak suport.  Dengan berat saya sampaikan besok pagi jam 7 akan ada jadwal ulang dan yang hpnya tidak suport besok saya tunggu di sekolah bersama orangtua untuk dipinjami tablet dari sekolah. malam itu kulanjutkan begadang dengan mengecek tugas anak apakah sudah masuk di GC, meskipun sudah kuminta setelah mengirim tugas laporan di WA group supaya lebih mudah ngecek tugas tersebut. Tak terasa waktu masuk dini hari sampai hampir jam 1 meskipun mata ini bisa tetap berjaga tapi imun juga harus lebih dijaga. Segera kuakhiri begadang malam dengan beberapa rakaat dan doa mau tidur diiringi suara-suara binatang malam menuju mimpi-mimpi.

Pagi hari setelah subuh segera membuka laptop dan berselancar lagi dengan nilai anak-anak dengan tugas-tugasnya. Pagi itu ada sms bahwa ia tidak memiliki paket data, segera kami menindaklanjuti dengan mengirim nomor ke BK dan kesiswaan untuk dikirim paket data. Pagi itu langit cerah tapi belum secerah fikir dan hatiku yang masih diselimuti beban menyelesaikan penilaian.   (bersambung)

Saya tunggu hingga sore hari ternyata tidak ada pergerakan sama sekali padahal kurikulum sudah menetapkan deadline nya.Sekolah tidak kurang proaktif dalam menagani anak-anak yang bermasalah. Kalau hanya sekolah yang disalahkan tentu orang tua juga kurang bijak karena ternyata orang tua juga sudah kewalahan menanganinya. Tentu ini harus dicari sampai akar masalah, dan kerjasama semua pihak sangat diharapkan. Biasanya pengajar menyampaikan kepada wali kelas dan wali kelas langsung koordinasi dengan BK. BK bersama Kesiswaan meng.  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Aman Mengatasi Blendrang

Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid