Mengejar Tugas Daring (1)
Sampai saat ini permasaahan pembelajaran daring masih menjadi permasalahan semua pihak. Baik oleh pemerintah, guru, wali murid maupun siswa. Bahkan berdampak juga pada laju pertumbuhan perekonomian masyarakat. Selama ini yang banyak dibahas adalah persoalan yang dihadapi siswa. Seperti Komisi Perlindunga Anak Indonesia (KPAI). KPAI menyebut mayoritas siswa menyatakan tak ada interaksi yang dilakukan guru selama kegiatan belajar dari rumah di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Hal ini berdasarkan hasil survey terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sedangkan permasalahan guru dalam menghadapi siswa nyaris tidak pernah dibahas.
Dalam kenyataan sehari-hari banyak sekali persoalan yang dihadapi guru dalam pembelajaran daring. Dalam proses pembelajaran guru menghadapi banyak permasalahan mulai kehadiran siswa yang tidak penuh, keterlambatan siswa dalam belajar, aktifitas siswa, ketercapaian hasil belajar siswa. Dalam aktifitas pembelajaran seringkali siswa tidak fokus karena pembelajaran daring di rumah, siswa seringkali belajar sambil bermain, makan dan mengerjakan aktifitas yang lain di luar pembelajaran.
Sebut saja Pak Nuruddin beliau guru olahraga kelas 9. Beliau mengungkapkan bahwa ada beberapa siswa yang tidak ikut pelajaran dan tidak mengerjakan tugas. Ketika ditagih tugasnya di group WA kelas, ia sama sekali tidak ada respon. Di chat hanya dilihat dan ditelphone ndak bisa! Begitu juga dengan bu Ana yang menyampaikan akan rentetan tugasnya kosong semua. Bu Anik tidak kalah seru, saat menyampaikan dalam mengejar anak-anak untuk mengumpulkan tugas yang bahkan sudah disederhanakan.
Apa yang disampaikan teman-teman juga permasalahan yang selalu saya hadapi sendiri. Tidak jarang dalam pembelajaran saya menggunakan vidcall per kelompok. Hal ini dilaksanakan supaya tetap terjalin komunikasi sesama teman, dapat saling berbagi dan menguatkan. Namun ada kalanya beberapa anak tetap belum bisa melakukan dengan berbagai alasan. Ini membuat guru harus menjadwal ulang kegiatan pembelajaran beberapa kali. Setelah isyak adalah waktu yang biasa saya pilih, namun demikian ada saja yang tetap tidak dapat dihubungi. Kadang-kadang untuk quiz saja bisa menjadwal sampai 3 kali bahkan lebih. Kalau sudah begini bagaimana? Masih banyak jurus jitu yang diterapkan guru dari yang super halus sampai yang bernada tinggi...(edisi berikut...).
ternyata ... ini masalah yang dihadapi semua guru ya...hehe...
BalasHapusTernyata begitu nggih ... Yooong...
BalasHapus