MENGELOLA PEMBELAJARAN DARING

Pandemi covid-19 yang merubah pola kehidupan manusia termasuk di dalamnya adalah pola pembelajaran guru. Tidak hanya masalah bagaimana guru melek terhadap IT dan menguasai aplikasi pembelajaran yang merupakan hal baru bagi guru. Tapi juga mengubah kebiasaan guru dalam mengelola pembelajaran. Guru-guru seringkali melanggar waktu mengajar. 

Terkait masalah aplikasi pembelajaran setidaknya ada 5 tipe guru.  Tipe pertama,  menguasai aplikasi, senang berburu ilmu dan suka mengimbaskan, tipe kedua,  menguasai aplikasi, senang berburu ilmu dan suka mengimbaskan, tipe ketiga belum menguasai aplikasi, senang berburu ilmu dan suka mengimbaskan, tipe keempat belum menguasai aplikasi, tidak senang berburu ilmu dan tidak bisa  mengimbaskan,sampai dengan tipe kelima tidak menguasai, tidak mau berburu dan tidak mau menerima pengimbasan. Tipe yang terakhir inilah, guru yang tidak punya masalah dan sudah berada di puncak zona nyaman. Dan adakah guru seperti ini? tentu saja ada.

Guru tipe kelima tidak pernah mau ribut dengan hiruk pikuk perubahan. Ia melakukan apa yang diyakini dan yang bisa dijangkau. Bahkan ia lebih suka menghabiskan waktu untuk bersantai atau mengerjakan hobi baru seperti merawat bunga yang sedang tranding, merawat hewan piaraan, traveling, bisnis atau hal diluar pembelajaran.

Dalam hal pengelolaan pembelajaran guru masa pandemi covid-19 akan sangat tergantung pada media, metode, model dan strategi pemeblajaran yang digunakan. Guru yang mempunyai kebiasaan menggunakan metode ceramah tanya jawab dan penugasan dalam pembelajran masa normal akan sangat berdampak saat melakukan pembelajaran masa pandemi covid. Terlebih jika ia tidak begitu menguasai aplikasi pembelajaran masuk tipe 4 dan 5. Ia akan berkutat dari tugas dan tugas, penagihan dan penagihan.

Namun bagi guru yang biasa berinovasi dalam pembelajaran atau setidaknya suka mencoba berbagai variasi pembelajaran, ia tetap guru yang kreatif dan inovatif dalam pembelajaran masa pandemi covid-19. Ia akan selalu berusaha bagaimana dapat melaksanakan pembelajaran dengan semaksimal mungkin. Ia selalu mencoba hal baru dan selalu mengevaluasi dari pembelajaran yang dilakukan. selanjutnya hasil refleksinya digunakan untuk memeperbaiki proses pembelajaran berikutnya....

selamat untuk guru-guru hebat.... 

sedangSeperti biasa selama masa pandemi covid-19 tiap sore/malam berusaha dapat melihat, menilai, memberi komentar dan mengembalikan tugas-tugas anak di google classroom. Jika saat PBM tidak tuntas, adakalanya sore atau malam janjian menyelesaikan dengan anak-anak. tuntas baru diselesaikan malam hari. Kebetulan saat itu janjian sama anak-anak yang pagi belum tuntas hafalan untuk dapat vidcall group sore hari. Ketika HP berdering segera kuraih dan kulihat vidcall  kulihat no tidak kukenal. "Pasti ini dari anak-anak bukan ketua kelompok tapi kok sendiri dan tidak bersama groupnya yaa" pikirku, dengan khusnudhon dengan tanpa pikir panjang segera kuraih Jilbab dan kubetulkan dikaca, ku ketik tombol hijau yang tak henti berdering-dering dan segera ku dengar suara salam 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Aman Mengatasi Blendrang

Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid