Kolaborasi Sinergi Pembelajaran Daring
Banyak hal yang harus terlibat dalam pembelajaran daring di sekolah. Apalagi bila sekolah itu memiliki jumlah murid yang besar. tentu hal ini akan melibatkan semua unsur sekolah untuk saling berkolaborasi saling bersinergi. Semua bagian bahu-membahu untuk dapat mewujudkan tujuan yang telah direncanakan. Meskipun tidak seperrti yang diharapkan seperti waktu normal, paling tidak hal-hal yang pokok dapat dicapai.
Saya melihat dari yang dilakukan teman-teman saat pembelajaran cukup senang. Semangatnya tidak pupus meski dalam kondisi belum normal. Justru ada kebiasaan baru setiap hari berhgantian membawa makanan atau bahan makan yang dimasak disekolah rame-rame. Banyak yang dapat dilakukan secara bersama baik dalam proses pembelajaran maupun yang lain.
Saat ini mereka terlihat semakin piawai megoperasikan komputer. setiap pagi sudah berjajar di depan laptopnya masing. Ada yang menyampaikan materi dengan diskusi di google doc, ada yang ulangan dengan quizizz, ada yang google meet, ada yang menggunakan goole formulir, ada yang heboh tanya sana sini karena tahu-tahu google clasnya hilang. Ditengah-tengah proses itu ada juga yang ditindak lanjuti dengan vidcall kelompok. Kalau sudah begitu pasti ruangan jadi heboh karena berbicara sendiri-sendiri. kalau satu ruang ada 5 guru saja yang sama-sama VC tentu ada yang melarikan diri keluar ruangan untuk cari tempat yang lebih sepi. Disaat mengajar pasti ada saja yang usil dengan materi yang disampaikan, nah satu ruangan bisa tertawa semua. Setiap hari seakan mereka saling mengajar dengan temannya juga. Misal di ruang staff yang dihuni 3 Waka dan 7 urusan ini sudah heboh. Sampai-sampai semua hafal materi pelajaran semua matpel. Pagi sudah hafalan surat Az Zumar 53 dan an Najm 39-42, di sebelah guru IPS menjelaskan tentang 5 benua, guru IPA tanya jawab tentang pertumbuhan, duru Bahasa Indonesia menjelaskan tentang teks, guru Matematika menggerutu dengan anak yang tidak segera gabung dengan diskusi di google doc, guru BK menegur anak yang menulis di kolom temannya, ee ternyata membantu menuliskan soal kkarebna keybordnya error.
Di semua ruangan hampir sama kondisinya. Sekolah sudah menyediakan area hotspot di hampir di seluruh penjuru dan wifi di seluruh ruangan. Ada yang nyaman di studio pembelajaran, ada yang menempati ruang guru, ada yang di ruang komite, ada juga yang diruang multi dan bahkan ada yang mengajar sambil jalan dari ruang ke ruang.
Banyak hal positip yang bisa kita ambil dalam kondisi tidak normal. Guru menjadi punya banyak waktu untuk belajar. Diantara mereka selalu sharing pemanfaatan aplikasi pembelajaran. Meskipun lambat, alhamdulillah permasalahan pembelajaran dapat di atasi dengan berkolabasi dan bersinergi. Meskipun ada saja guru yang dengan berbagai alasan ia tetap mengajar dari rumah, meskipun jmlahnya sedikit. Yang seperti ini biasanya pembelajaran yang dilakukan itu-itu saja. Sehingga sekolah harus tetap mengambil langkah untuk pembinaan. Dari hasil evaluasi urusan PBM kurikulum ada 80% Bapak/Ibu guru yang aktif melaksanakan PBM dengan google classroom sedangkan yang menggunakan WAG ada 20 %. temuan ini akan segera ditindaklanjuti dengan supervisi kelas secara virtual.
Begitu juga dengan jumlah siswa yang tidak aktif pembelajaran daring sejumlah 3%, siswa yang kurang/kadang-kadang aktif dalam pembelajaran daring 6% sedang siswa yang aktif dan aktif sejumlah 91 %. Dari kondisi ini sekolah mengambil langkah sebagai berikut:
1. Pembelajaran wajib dilakukan dari sekolah kecuali yang sakit atau ijin untuk mengoptimalkan proses dengan metode, strategi, model dan media pembelajaran lebih variatif sehingga siswa tidak jenuh.
2. Menugaskan kepada BK dan wali kelas untuk melaksanakan home visit pada siswa yang tidak aktif pembelajaran dan selanjutnya menindaklanjuti permasalahan siswa.
3. Humas supaya memanggil siswa bersama orang tua yang kurang antusias dan kurang aktif dalam pembelajaran untuk berkoordinasi.
4. Waka Kesiswaan untuk segera menyampaikan data siswa kurang mampu dan nomor HP kepada bendahara BOS untuk mendapat bantuan paket data.
5. Kepala Laboratorium dan staff urusan studio belajar dan multi media untuk meminjamkan tablet kepada siswa yang tidak memiliki HP berdasarkan data dari Wali kelas melalui Kesiswaan dengan menandatangani perjanjian bersama orang tua."
Dengan pengoptimalan tugas dan fungsi dan berkolaborasi sinergi di harapkan tujuan yang ingin dicapai dapat diperoleh dengan lebih mudah. Wallohu a'lam...
Wah.. bagus ya bu bisa kompak. Kebersamaannya perlu dicontoh sepertinya...
BalasHapusLengkap kap kap... Mantab
BalasHapus