Pesan si Dul
"Assalamu'alaikum....Lee...ini Bu Sa'diyah, bagaimana kabarnya dan ada apa, hari ini kamu tidak aktif di pembelajaran PAI". Pesan singkat yang saya tulis di WA Abdul, saya lihat ia aktif tapi tidak segera ada balasan. dipikiran saya melayang dan membayangkan tentang anak ini. Sedang apakah kira-kira? apa seperti Aziz anak tetangga yang jika malam sampai larut di warung kopi sehingga waktu UN ia bangun kesiangan. Apa seperti beberapa anak yang saya jumpai membawa layangan super besar. Atau ia sedang main game dan ndak peduli dengan pelajaran toh tidak bertemu guru. Namun tiba-tiba angan saya tertuju beberapa hari lalu saat vidcall dengan siswa yang untuk mencari sinyal memanjat pohon dan bahkan salah satu lagi ia sedang menjaga warung ibunya.
Di tengah lamunan tersebut di WA si Dul ada kalimat mengetik. Senang sekali rasanya ketika di respon oleh siswa dan segera saya buka. "Inggih maam, saya minta maaf sebesar-besarnya atas keterlambatan dalam pembelajaran". Jawab dia. "Ada apa to lee...apa ada masalah atau bagaimana?" Pertanyaan kuluncurkan lagi sambil membuka data dia yang kupinjam dari wali kelas. "maaf maam tadi malam adik saya ndak tidur-tidur saya menemani karena bunda masuk malam". "Ayah kemana lee Dul? Tanya ku lagi. "Ayah tidur maam mungkin karena capek kerja pulang sudah petang".
Sambil kubaca data siswa tersebut, ayahnya berprofesi Polri dan ibunya perawat. "Ia lee ndak apa-apa tapi jangan di ulang, karena dua pertemuan kamu terlambat dan tugas juga belum dikumpulkan. Ingat kamu sudah kelas 9 dan di kelas unggulan pula. Bukankah kamu ingin sukses dan begitu juga orang tua yang sudah banyak berharap padamu. Dan tolong dikirim nomor hp orang tuamu ya, Pesan yang kutulis berikutnya. Si Dul menjawab; "Inggih maam saya kirim nomor hp bunda, dan saya minta maaf dan siap diperhatikan". Itu jawaban si Dul dengan edmoji dua telapak tangan pertanda minta maaf, dan kubalas dengan jempol dan senyuman.
Selanjutnya no hp bundanya segera kukirimi pesan dengan kalimat pembuka salam dan kuperkenalkan sebagai guru dari si Dul. Beberapa menit kemudian beliau menjawab, "Wa'alaikum salam...inggih dalem bundanya si Dulibu, ada yang bisa dalem bantu." Inggih buu ini terkait perkembangan belajarnya si Dul, jawab saya. Ia pun segera menjawab Inggih bu, mohon petunjuk, pripun ibu." segera kukirim percakapan kami dengan si Dul dan bebrapa hal terkait perkembangan belajarnya kusampaikan dengan seksama. Di akhir pembicaraan ibunya membalas pesan. Terima kasih nggih bu...ini dalem juga musyawarah dengan ayahnya si Dul, terima kasih atas bimbingan ibu dan mohon maaf sebesar-besarnya."
Dari sini jelas bahwa persoalan anak-anak itu berbeda-beda. Dan memang perlu perhatian dari kita semua baik guru maupun orang tua yang berada di sekeliling anak tersebut. Komunikasi ini penting segera dilaksanakan sebelum masalah yang kelihatannya kecil ini menjadi sesuatu yang rumit dan sulit di urai. Kalau di lihat dari hasil komunikasi dengan orang tua si dul, orang tua cukup pro aktif untuk membahas dan menyelesaikan permasalahan putranya. Ini merupakan modal bagus untuk meningkatkan semangat belajar dan memotivasinya belajar. Begitu juga dari anak, ia termasuk anak yang baik dan sopan dalam keseharian. dari pembicaraannya pun ia sudah terbiasa berbicara dengan baik dan santun kepada guru. Namun bukan berarti anak ini tidak punya masalah belajar.
Semangat terus b hj...
BalasHapus