Peran Orang Tua dalam BDR
Mulai hari Senin sekolah mengundang wali murid kelas 7 baru untuk sosialisasi Program sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan sehari 3 sesi dan kami rencanakan dari 11 kelas akan berakhir pada hari kamis nanti. Alhamdulillah respon orang tua untuk menghadiri sangat baik. Ada yang kehadirannya 100% namun ada kelas yang beberapa wali murid belum bisa hadir. Ia diminta datang pada sesi lain. Ini dimaklumi mengingat ada yang domisili yang jauh atau dinas dan pekerjaannya tidak bisa ditinggalkan setiap saat.
Kegiatan sosialisasi ini materinya sederhana tetapi penting untuk kelancaran proses pembelajaran siswa baru. Mengingat bapak/Ibu guru belum pernah bertatap muka langsung dengan siswa. Proses MPLS pun juga dilasanakan secara daring. Mengingat hal tersebut maka pertemuan wali murid ini akan sangat membantu kelancaran komunikasi antara sekolah dengan orang tua dan siswa. Meskipun sudah terbentuk group belajar dengan WhatsAap atau kelas di google classroom tetapi tetap saja komunikasi secara langsung ini penting.
Dalam pembelajaran daring peran orang tua sangat penting bagi anak-anak usia SMP. Hal ini karena sebagian peran guru dalam membimbing, mendidik dan mendampingi siswa harus berindah kepada rang tua. Mengingat anak-anak berada di rumah dalam pendampingan orang tua. Kegiatan pendampingan ini utamanya untuk selalu dapat memantau pelaksanaan belajarnya. Apakah ketika pagi hari saat belajar ia sudah siap lahir bathin. Dalam arti kesiapan diri dan peralatan belajarnya sudah siap apa belum, anak-anak ketika belajar sudah sarapan atau dalam kondisi lapar, ia belajar dengan duduk di tempat yang nyaman atau masih ditempat tidur dan sebagainya. Begitu juga dengan kesiapan secara psikis anak saat belajar, apakah saat belajar ia juga betul - betul siap belajar atau justru sebaliknya. Ini berarti yang paling tahu kondisi anak saat pembelajaran daring adalah orang tua.
Faktor lain dikarenakan anak usia SMP adalah masa transisi dari masa anak-anak ke masa remaja awal. Pada proses ini tentu terjadi beberapa perubahan dalam tugas perkembangan anak baik secara fisik maupun psikis. Perubahan tugas perkembangan inilah yang menyebabkan perubahan pula pada model pola asuh orang tua, termasuk di dalamnya guru. Hal ini harus dipahami oleh orang tua yang saat ini harus melaksanakan sebagian peran guru di sekolah. Meskipun bukan terkait dengan konten atau materi pelajaran namun mengkondisikan anak untuk belajar bukan perkara yang mudah. Apalagi jika ia tidak memiliki latar belakang pendidikan yang cukup maka hal itu merupakan persoalan tersendiri bagi orang tua.
Wallohu a'lam
Sip Bu, semangat, sukses selalu
BalasHapus