Darurat Paket Data
"Assalamu'alaikum maam...",sapa kelompok satu dalam vidcall group. 'Wa'alaikum salam warohmatulloh, ini no absen berapa sampek berapa yaa" jawabku. Kami no absen 1 sampai 6, tetapi Aulia no absen 3 belum bisa ikut maam". "Kenapa dan ada apa yaa Nak", aku menanyakan. 'Katanya lemot dan kuotanya hampir habis', jawab anak-anak kelompok 1. "Ooo yaa ndak apa-apa nanti saya chat Aulia atau kalau ibu lupa tolong Aulia chat saya yaa". "Iyaa maam" jawab mereka serentak. Baiklah kita mulai praktik membaca Al-Qur'an kali ini silahkan dipersiapkan QS. Az Zumar ayat 53, QS. An Najm ayat 39-42 dan QS. ali Imron ayat 159.
Pembelajaran daring sampai minggu ke empat masih menyisakan beberapa persoalan. Salah satunya adalah terkait fasilitas untuk belajar yaitu fasilitas internet berupa paket data. Bagi anak-anak dari golongan mampu yang memiliki wifi tentu tidak masalah. Akan tetapi bagi mereka yang berasal dari kalangan sosial ekonomi rendah tidak mungkin dapat menjangkaunya.Itulah yang menyebabkan mereka tidak bisa belajar dengan maksimal. Belajar mereka sangat tergantung dari fasilitas yang di miliki.
Memang adakalanya guru harus menyapa siswa dan belajar lewat VC group. Meskipun itu mungkin satu bulan sekali. dari situ kita para guru akhirnya tahu bagaimana kondisi siswa kita yang sesungguhnya. Dari VC itu tergambar bagaimana kondisi lingkungan rumah ia tinggal. Dan guru juga mengetahui persoalan yang dihadapi siswa untuk dibantu solusinya.
Selain dapat melihat kondisi lingkungan, guru juga dapat menyapa siswa dengan melihat gambaran asli bagaimana cara ia belajar dan menangkap pesan yang kita sampaikan. Apakah siswa terlihat fokus dan betul-betul siap belajar tergambar dari pertemuan di VC tersebut. Dari situ kita bisa memberikan pesan, semangat dan motivasi untuk belajar.
Gambaran lain yang saya dapatkan adalah bagimana anak belajar diluar rumah dan dibawah pohon untuk mencari jaringan yang kuat. Atau mungkin ia sedang memanjat pohon, karena yang tampak adalah rimbunnya dedaunan dan ranting-ranting. Hanya kami tidak mungkin menanyakan sisi yang lebih privasi tentang siswa. Dan adakalanya ketua kelompok menjadi informan terkait kondisi siswa tersebut.
Upaya sekolah dengan memberikan pinjaman buku paket, namun itu tidak cukup. Karena siswa juga perlu terjadi interaksi dalam pembelajaran. Selain itu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa juga dapat untuk menyatukan persepsi terkait materi. Meskipun mungkin telah ada video pembelajaran namun akan lebih maksimal jika bisa saling melihat. Jika hanya buku atau tugas maka siswa dengan gaya belajar selain visual akan kesulitan. Karena anak-anak sedang mereka yang memiliki gaya belajar kinestetik maupun auditori pasti akan mengalami kesulitan.
Sebagai solusi adanya itu adalah bagaimana sekolah secepat mungkin memberikan bantuan paket data. Paket data ini utamanya diberikan kepada anak-anak dari golongan kurang mampu. Bagi sekolah negeri dengan dana BOS atau sumbangan komite yang cukup tidaklah banyak kendala. Begitu juga dengan sekolah swata yang bonafit tidaklah masalah. Tetapi bagi sekolah yang tidak cukup punya kemampuan untuk memberi bantuan tentulah menjadi pessoalan lain lagi. Padahal paket data dalam pembelajaran daring adalah kebutuhan pokok dalam belajar. Dan jika paket datanya darurat tentu saja pembelajarannya juga pasti darurat dalam kurikulum darurat. Kalau semuanya darurat bagaimana dengan hak-hak anak untuk dapat belajar dengan baik. Wallohu a'lam...
Bu Mentri Keuangan perlu mmbaca tulisan ini.
BalasHapusSelalu harus dicari solusi di tengah situasi sulit
BalasHapus