Cara Aman Mengatasi Blendrang

Blendrang yang selama  ini banyak dipahami adalah sayur kemarin yang dipanaskan lagi atau "dinget" sehingga masih bisa dinikmati untuk hari ini dan bahkan besok. Tidak semua blendrang terasa nikmat, hanya jenis tertentu saja seperti sayur nangka muda atau saya menyebut "jangan tewel". Jenis itu yang menurut saya  paling cocok, sedangkan yang lainnya menjadi berubah rasa. Entah menjadi asin atau dampak santan yang dipanasi berulang kali, atau jenis sayurnya yang menjadi terlalu lembek menjadikan blendrang kurang nikmat. Tapi berbeda dengan blendrang tewel yang semakin lama bumbunya tersa menjadi satu dan semakin nikmat. 

Begitu juga dengan blendrang pekerjaan apalagi sampai menumpuk. Adakah yang bisa dinikmati dan akan terasa semakin nikmat? Menurut saya selama ini blendrang pekerjaan sungguh menyiksa. Pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita ketika tidak dikerjakan tepat waktu nikmatnya hanya sesaat, tapi setelahnya serasa punya hutang yang belum segera bisa terbayar. Yaa memang tanggung jawab adalah hutang, karenanya menerima amanah pekerjaan itu tidaklah ringan. Kita mesti hati-hati, meskipun secara lahir  bisa menghindar, tapi bathin kita tentu tidak bisa. Apalagi kalau sudah menumpuk  dan dikejar deadline, ini tentu akan menjadi persoalan tersendiri. Dampaknya yang terjadi bisa jadi pusing, stress dan mengerjakannya tentu tidak bisa maksimal.

Adakalanya blendrang bukan selalu karena salah kita, bisa jadi karena pengelolaan institusi yang belum dapat maksimal dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Bisa juga karena tidak berjalannya salah satu  sistem dalam organisasi atau beban kerja yang tidak seimbang sehingga menjadikan semuanya menjadi masalah. Atau bahkan karena tragedi yang terjadi seperti covid 19 beberapa saat lalu. Saya lebih suka memakai alasan terakhir, kenapa demikian? yaa memang itulah yang terjadi, dengan adanya covid 19 terjadilah perubahan secara cepat dan mendesak diseluruh sektor sehingga menyebabkan terkendala pelaksanaan pekerjaan kita. 

Menghadapi hal seperti itu kita harus berupaya mengurainya satu persatu sehingga blendrang-blendrang pekerjaan ini bisa di atasi dengan baik. Beberapa cara yang bisa dilakukan dalam organisasi/institusi misalnya sebagai berikut:

1. Koordinasi dalam group kecil/para koordinator, ini penting supaya lebih fokus dan hasilnya maksimal. Semakin banyak orang belum tentu permasalahan akan cepat teratasi. Karena disini tentu terkait pengambilan kebijakan dan strategi mengatasi masalah.

2. Buat prioritas, prioritas dari tumpukan pekerjaan ini perlu kita pilah mana yang lebih mendesak, penting dan berdampak lebih luas. Sedangkan untuk pekerjaan yang lebih ringan bisa kita kerjakan setelahnya.

3. Buat catatan kecil terkait pekerjaan yang sudah dan belum dilaksanakan. Ini bisa berupa cek list, atau dengan mencoret yang sudah terselesaikan. Jika itu sudah terlaksana sebagian akan menumbuhkan semangat segera menyelesaikan pekerjaan.

4. Tata niat dalam bekerja sebaik mungkin. Dengan niat yang tertata dalam bekerja, maka kita mengerjakannya akan semakin terasa ringan, meskipun pekerjaan itu jumlahnya tetap.

5. Kalau anda pimpinan berikanlah reward pada mereka yang sungguh-sungguh membantu dalam menyelesaikan pekerjaan. Reward tidak selalu berupa uang tapi sikap, perhatian dan kata-kata terima kasih misalnya itu bisa. Namun jika bisa memberikan imbalan materi tentu itu lebih mendukung.

6. Bersyukur dan selalu berdo'a. Rasa syukur akan anugrah pekerjaan ini penting karena kita sudah mendapatkannya. Banyak diluar sana yang kesulitan sekedar mendapatan pekerjaan yang sesuai dengan harapan. Begitu juaga dengan berdo'a itu sangat penting dengan harapan dapat dikabulkan Alloh swt. Dan yang lebih penting lagi yakini bahwa yang kita lakukan adalah ibadah...

walloohu a'lam...





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh

Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid