Pendidikan Karakter
Ada 2 kesimpulan penting yang saya garis bawahi dari pembinaan ibu Dra. Umi Kholisoh, M.Pd.I, Kasi SMP pada bidang PAIS Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur pada Pembukaan diseminasi Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh MGMP PAI SMP Kabupaten Tulungagung. Bahwa Pendidikan Agama Islam yang dilakukan di sekolah meskipun pada masa Covid hendaklah tetap pengacu pada penguatan pendidikan karakter. Karakter yang tetap harus ditumbuhkan pada diri anak adalah karakter keagamaan dan karakter kebangsaan.
Pembentukan karakter keagamaan sebagai suatu penenaman nilai karakter kapada peserta didik harus dapat terinternalisasi. Karakter ini berupa kesadaran dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai Islam dalam kehidupan siswa. Indikator karakter keagamaan bagi siswa dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan agama. Dan Pendidikan Agama Islam hendaklah mampu memotivasi siswa untuk melaksanakan nilai-nilai yang telah dipahaminya.
Sedangkan karakter kebangsaan adalah karakter yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila. karakter ini diharapkan mampu memotivasi peserta didik untuk memahami konsep, prinsip yang terkandung di dalam pancasila dan dapat diwujudkan dengan melakasanakan nilai itu dalam kehidupan sehari-hari. Karakter ini harus menjadi kepribadian seluruh bangsa termasuk peserta didik.
Jika karakter ini menjadi satu kesatuan yang terinternalisasi dalam diri peserta didik, maka tujuan pendidikan yang termaktub dalam UUSPN tahun 2003 akan terwujud. Menghantarkan peserta didik cerdas, terampil dengan ruh iman takwa dan akhlak mulia tentu menjadi dambaan setiap pendidik. Atau dalam bahasa kita para guru agama terjadi keseimbangan dunia dan akherat "insan kamil".
Walloohu a'lam....
Komentar
Posting Komentar