Evaluasi Diri Sekolah (EDS)

Evaluasi Diri Sekolah (EDS) merupakan bagian penting dari proses pengelolaan sekolah selama kurun waktu 1(satu) tahun pembelajaran. EDS merupakan evaluasi yang bersifat internal yang dilakukan oleh sekolah yang melibatkan pemangku kepentingan terhadap capaian kinerja sekolah terhadap 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). EDS ini menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah yang dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang meliputi Kepala Sekolah, guru, wali murid, komite dan pengawas sekolah. 

Dalam pelaksanaan EDS Tim Pengembang Sekolah  merancang instrumen sesuai 8 SNP yang mengacu pada pedoman indikator mutu pendidikan.  Keberhasilan TPS dalam menyusun instrumen merupakan kunci keberhasilan dan kemudahan dalam pelaksanaan EDS selanjutnya. Dan jika sekolah  ingin betul-betul dapat memotret secara tepat akan keberhasilan dan kekurangan sekolah, EDS secara benar wajib dilakukan. Karenanya TPS harus lah orang-orang yang mendapat pelatihan secara khusus. Melihat kerja yang harus dilakukan TPS juga harus melibatkan orang-orang yang terpilih untuk dapat melakukan tugas ini secara maksimal.

Dalam pelaksanaannya, TPS memasukkan dalam instrumen indikator dan sub indikator ke dalam format yang sudah disusun. Indikator dan sub indikator selanjutnya disesuaikan dengan kriteria yang ada atau sejauh mana aktualisasi dari capaian inkator mutu tersebut. untuk mendapatkan data yang tepat TPS harus menyesuaikan dengan bukti fisik yang ada. Bukti fisik merupakan sumber informasi berupa dokumen-dokumen sekolah, hasil kegiatan dan capaian sekolah. Bukti fisik juga bisa dilengkapi dari hasil observasi, catatan kajian dan hasil wawancara dengan siswa, orang tua siswa, komite maupun masyarakat. Data-data bukti fisik yang ada selanjutnya dikumpulkan dan diverifikasi sehingga akurat dan berbasis data. 

TPS dalam melaksanakan tugas ini harus benar-benar berpedoman pada kejujuran, ketepatan analisis dan terpenuhi bukti fisik untuk menetapkan sesuai dengan kriteria. Tanpa adanya kejujuran maka hasil yang diperoleh tidak ada artinya karena tidak dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat. Begitu juga ketepatan dalam menganalisis data dari bukti fisik maupun catatan kajian, hasil observasi dan wawancara akan dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat pula.

Selanjutnya sejauh mana pentingnya EDS dalam pengelolaan sekolah. Menurut kami EDS adalah bagian dari pengelolaan itu sendiri. Dengan EDS sekolah dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, mengenal peluang untuk memperbaiki mutu pendidikan. EDS juga untuk mengetahui capaian atas 8 standar pendidikan dan untuk selanjutnya rekomendasi dari EDS dijadikan dasar penyusunan RKS/RKJM, RKJP dan RKAS, memilih program prioritas dan RAPBS.

EDS yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan benar dapat berdampak langsung kepada peningkatan mutu sekolah atau madrasah. Kemauan kuat dan pelaksanaannya ini sangat tergantung kepada pimpinan di sekolah dan TPS. Yang tak kalah pentingnya dalam pelaksanaan EDS ini adalah peran pengawas sekolah/madrasah untuk membantu peningkatan mutu sekolah. Pengalaman panjang para pelaksana TPS dari waktu kewaktu merupakan hal penting untuk dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat. Bisa dikatakan juga bahwa keberhasilan EDS merupakan upaya mengurai segala permasalahan, keruwetan yang terjadi di lembaga pendidikan. Namun sekali lagi, selama tidak ada kemauan kuat dari pengambil keputusan pada sekolah tersebut rasanya hal ini sulit diwujudkan. 

Karenanya menjadi hal yang sangat penting bagi seluruh kepala sekolah dan pengawas untuk memahami konsep EDS secara paripurna. Meskipun EDS bukan satu-satunya strategi tetapi itulah yang sekarang ini direkomendasikan untuk sekolah dan mungkin madrasah yang paling efektif dan efisien. Ada strategi pencapaian lain seperti analisi SWOT misalnya. Pemahaman konsep EDS secara peripurna berawal pada pemahaman terhadap managemen sekolah. Sekali lagi perlu kita tandaskan bahwa EDS bukan satu-satunya upaya peningkatan mutu sekolah. Dan tidak ada artinya EDS dilakukan dengan baik namun hasilnya tidak dimanfaatkan untuk penyusunan program sekolah. 

Wallohu a'lam


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Aman Mengatasi Blendrang

Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid