Supervisi Virtual

"Bapak dan Ibu guru hebat...sebagai tindak lanjut kegiatan supervisi administrasi pembelajaran daring adalah supervisi kelas. Saat ini administrasi pembelajaran Bapak Ibu yang terdiri dari kalender akademik, rincian minggu efektif, program tahunan, program semester, KKM, Silabus, RPP dan program penilaian dalam proses ferivikasi dan pengesahan". Salah satu kalimat dalam pembinaan Senin pagi itu cukup diperhatikan dengan seksama. Entahlah bagaimana yang dirasa saat mendengar kalimat ini. Mungkin saja ada yang berfikir "Tugas daring justru bertubi-tubi, ini belum itu belum, lebih sulit dan ada-ada saja. "Bapak Ibu, teknik dari supervisi pembelajaran nanti berbeda dengan supervisi yang  biasa dilakukan. Mengingat pembelajaran dengan daring di kelas virtual maka supervisi juga virtual. 

Kurikulum akan menerbitkan Keputusan Kepala Sekolah tentang kegiatan supervisi ini. Sk ini terdiri dari kepanitiaan, Tim supervisor  yang terdiri dari guru senior, kurikulum, Kepala Sekolah dan pengawas. Termasuk di dalamnya adalah jadwal supervisi. Teknik pelaksanaan supervisi virtual dengan cara  memasukkan supervisor ke dalam kelas Bapak/ Ibu. Jika bapak Ibu menggunakan google classroom untuk ditambahkan sebagai guru dengan memasukkan alamat e-mail dan supervisor join menjadi guru, jika menggunakan WA group supervisor ditambahkan melalui tautan. Jika sudah selesai pembelajaran/ supervisi silahkan dikeluarkan dari kelas."

Bentuk inovai kurikulum ini menimbulkan beberapa kegamangan. Mengingat pembelajaran daring masih baru dengan strategi, metode, model,dan media yang baru pula. Apalagi didukung bahwa pembelajaran yang dilihat orang lain tentu akan merasa tidak nyaman. Apalagi ada pengawas dan kepala sekolah sebagai atasannya.

 Mengapa demikian? Selama ini sudah terbentuk mindset pengawas adalah mengawasi, menilai, mengevaluasi bahkan menyalahkan atau memarahi. Memang yang terjadi di lapangan peran pengawas dalam kegiatan supervisi lebih sebagai pengawas dibanding dengan peran sebagai supervisor. Atau mungkin guru sudah terlanjur salah memaknainya. Apalagi didukung dengan instrumen supervisi dalam bentuk nilai, scor atau predikat. 

Padahal supervisi hakekatnya adalah suatu upaya atau program bantuan terhadap berbagai persoalan guru dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Setelah dilaksanakan supervisi hendaknya ada diskusi dan tindak lanjut terhadap hasil pemotretan pembelajaran yang telah dilakukan guru. Bila perlu hendaknya supervisor memberi reward dalam bentuk pujian atau sejenisnya atas kelebihan yang dapat dilakukan. Hal ini tetu tetap tidak mengurangi perannya dengan  memberikan solusi atas kekurangan dan persoalan yang dihadapi.

Karena itu menjadi penting dilakukan adanya contoh atau model pembelajaran yang sesuai dengan standar yang ada. Bila perlu dengan inovasi pembelajaran kekinian baik berupa strategi, pendekatan, model, metode, teknik dan media yang sesuai. tentu hal ini tetap memperhatikan karakteristik siswa, materi pelajaran dan tentunya gaya mengajar guru yang masing-masing berbeda.

Jika supervisi ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih tepat diyakini hasilnya akan maksimal. Namun jika pendekatan yang dilakukan terkesan mengawasi/menilai maka supervisor tidak akan dapat memotret secara jitu permasalahan pembelajaran. Dari hasil supervisi inilah, supervisor/pengawas akan mengevaluasi selanjutnya dapat mempetakan dan menentukan program tindak lanjut. Program tindak lanjut yang dibutuhkan guru secara umum maupun secara khusus pada masing-masing. 
 



Komentar

  1. aAdanya supervisi kadang jadi esuatu yang menjadi kekhawatiran guru mungkin karena mereka menyamakan antara supervisi dan inspeksi, maka guru perlu diberi sosialisasi,pdari tahap perencanaan, pelaksanaan dan tindakan lanjut. Kaau dilaksanakan dg tiba2 pasti jadi beban dan bukannya supervisi tapi inspeksi.

    BalasHapus
  2. Mantap Bu. Supervisi itu penting asal bukan sekadar formalitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Njih krn dg supervisi kita akan tahu kebutuhan ggurusbg dasar merancang program pengembangan diri guru

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Aman Mengatasi Blendrang

Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid