PPDB
Beberapa hari semenjak pelaksanaan penerimaan peserta didik baru atau lebih
dikenal dengan nama PPDB sungguh sangat menyita waktu, fikiran, perasaan dan
tenaga. Dari sisi waktu misalnya harus rela berangkat petang dan pulang sudah
petang pula. Belum lagi capeknya tenaga diperas dari pagi sampai sore untuk
memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Begitu juga dengan pencurahan
pemikiran secara sungguh-sungguh dengan harapan semua berjalan lancar tanpa
kendala yang berarti. Ini semua jadi alasan beberapa hari tidak
menyempatkan diri untuk menulis.
Pengalaman panjang selama beberpa kali menjadi panitia adalah acuan dalam
merumuskan berbagai strategi demi lancarnya kegiatan dan utamanya tidak
berjubelnya masyarakat yang ingin mendaftarkan putra purtinya di sekolah
pilihan. Satu tahun yang lalu misalnya, pendaftaran di buka jam 08.00, ternyata
sejak sebelum jam 06.00 orang tua sudah antri panjang sekali di depan pintu
gerbang. Akhirnya harus kita pecah antrian masa, supaya tidak timbul kerawanan,
mengingat budaya tertib di kalangan masyarakat kita masih sulit.
Untungnya kita memiliki budaya kerja dan kolaborasi yang sudah lumayan
tertata. Mulai dari tim yang tangguh dan solid, perencanaan yang matang dan
tentunya pengalaman dari tahun ke tahun. Hal ini sangat membantu sekali
mengingat animo masyarakat yang cukup besar dalam mempercayakan masa depan
anaknya ke SMPN 1 Tulungagung. Amanah ini harus tidak kita sia-siakan dengan
pelayanan pembelajaran yang lebih baik pula.
Adanya pandemi Covid-19 pelaksanaan
PPDB melalui sekolah asal dan UPT sehingga masyarakat tidak bertemu langsung
dengan panitia. Satu sisi memang memudahkan kerja panitia, namun tetap saja ada
hal yang tidak bisa kita konfirmasi secara langsung dan menuntut kejelian
panitia SD dan UPT.
Selamat bersibuk sibuk... Semakin banyak sibuknya smakin banyak pula tulisannya.
BalasHapusHarus dipaksakan selama tidak ketiduran....hhe
HapusTugas yang paling tidak saya sukai adalah ketua panitia ppdb.
Hapus