LULUSAN CORONA
Lulusan tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada siswa yang merasakan sepi, sedih dan kecewa. Ini dikarenakan ia tidak melewati Ujian Nasional dan Ujian Sekolah yang telah jauh-jauh hari disiapkan. Pastinya anak seperti ini mengharapkan dapat memperoleh nilai tertinggi. Ada yang sedih karena terhambat masuk sekolah impian. Bahkan ada pula yang kesedihan itu sebatas ndak bisa menggelar acara perpisahan yang begitu meriah dan entah apa lagi. Namun diantaranya pula ada siswa yang merasa senang karena bisa lulus tanpa harus pusing-pusing mengikuti ujian nasional dan ujian sekolah. Apalagi bagi anak yang malas datang ke sekolah atau mungkin sedang bermasalah dengan ketertiban sekolah hal ini dapat dikatakan sebagai anugrah.
Bagi Sekolahpun juga dengan begitu cepat menyesuaikan. Semua perangkat ujian yang sudah disiapkan baik administrasi, sarpras, kesiapan guru dan siswa secara mendadak batal semua. Berbagai strategi jitu pembelajaran dan latihan soal yang sudah disiapkan akhirnya juga terhenti. Kajian mendalam kisi-kisi, pontang-panting ikut bedah Kisi-kisi, penyiapan anak secara lahir bathin yang sudah dikemas sedemikian rupa akhirnya harus berhenti karena virus corona. Dalam waktu pembelajaran tinggal 2 minggu berupaya maksimal untuk tetap menyampaikan persiapan ujian meskipun banyak yang gagap terhadap berbagai aplikasi pembelajaran dengan daring (dalam jaringan). Berbagai macam ikhtiar ini akhirnya berakhir dengan dikeluarkannya edaran Kemendikbud no 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19). jadi dapat dikatakan semua terhenti karena corona.
Hal ini dikarenakan untuk mencegah penyebarannya secara masiv. Jika anak-anak dan guru masih sering ngumpul dikhawatirkan akan berdampak pada penyebaran yang begitu luas sebagaimana terjadi dibeberapa negara. Sedang pembiasaan protokol kesehatanpun tidak serta merta dapat dilakukan oleh semua anak termasuk masyarakat yang ikut memfasilitasi anak dapat ke sekolah.
Apapun yang terjadi dari semua itu, hendaknya dapat mengambil hikmah dari peristiwa pandemi covid 19 ini. Diantaranya adalah kita menjadi terbiasa meskipun terpaksa belajar berbagai aplikasi pembelajaran online. Disamping itu anak semakin dekat dengan orang tua, belajar bersama orang tua, beribadah bersama, membantu pekerjaan orang tua sampai harus mengabiskan waktu bersamanya. Anak-anak terlatih memanfaatkan teknologi dalam kehidupannya yang ini akan menjadi tuntutan dunia mendatang. Kita semuanya juga terbiasa menerapkan pembiasaan hidup bersih dan penerapan pola hidup sehat. Karenanya tidak usah gusar ketika ada sebutan lulusan corona sebab kalian hebat dapat membawa perubahan di dunia pendidikan dan dapat berubah cepat mengikuti perubahan.
Dan yang tak kalah pentingnya adalah penyadaran terhadap diri kita di hadapan pencipta. Betapa kita ini sangat kecil dan lemah. Tiada kekuatan selain semua atas kehendak Alloh SWT. Semoga kita semakin mendekatkan diri dan selalu mengikuti ajaranNya.
"Happy Graduation anak-anakku dan sukses selalu untukmu dan almamater tercinta dan yakinlah kamu bisa".
Biiih mantab... Kandidat motivator literasi..
BalasHapusTulisan langsung jadi Pak Nur.... tanpa edit karena keburu ndak nulis
HapusTulisannya mengalir deras...mening... Bikin trenyuh mbayangkan perasaan anak dan energi para guru kls 9 khususnya.
HapusMantap sekali. Bagaimana kalau Bu Sakdiyah dimasukkan grup "Maarif Menulis"?
BalasHapusWehhhh, produk orang-orang hebat. Ikut bangga buk
BalasHapusAyoo Leee....nulis opo wae
HapusMereka dimudahkan dlm kelulusan,tapi hati nya merasa kurang marem
BalasHapusNjih leres Pak, kita doakan semoga bermanfaat
Hapus