IMAN ILMU DAN IMUN

Dua orang pemuda dengan postur tubuh tinggi menghampiriku dan mengucapkan salam “Assalamu’alaikum Buu”...”Wa’alaikum salam warohmatullooh....Siapa yaa pakai masker ndak kelihatan”, jawabkuu dan dalam hati aku sudah berfikir bahwa dia berdua adalah alumni yang sedang libur karena Covid-19. Saya Dafa buu...jawabnya sambil membuka masker dan begitu yang sebelahnya sambil tersenyum simpul. Alhamdulillaah...

Dafa Mahdi Brata mantan ketua Remaja Masjid SMPN 1 Tulungagung dan M Naufal adalah cucu Kyai Pondok Panggung. Anak ini satu kelas waktu SMP dan sekarang keduanya belajar di SMA Taruna Nala Malang. Waktu SMP ia aktif membantu kegiatan keagamaan di sekolah. mulai  merencanakan dan melaksanakan kegiatan rutinitas sholat dhuhur, Jum’at, dhuha, kajian fiqih perempuan, PHBI, lomba keagamaan,  pengembangan ekstra kurikuler tilawah, sholawat, rodat dan lain-lain termasuk menggalang dana infak Jum’at untuk penyelesaian pembangunan masjid di sekolah.

Dan Alhamdulillah ia sekarang di SMA ia tetap mengembangkan kegiatan keagamaan dan saat ini menjadi Ketua Remas atau Rohis SMA se- provinsi Jawa Timur. Ia mengatakan banyak pengalaman keagamaan waktu SMP yang ia bawa saat belajar di SMA dan tidak dimiliki teman-temannya dari SMP lain, seperti menjadi bilal sholat Jum’at, sholat tarwih, memimpin do’a dan lain-lain. Bahkan waktu SMP ia pernah menjadi juara 1 lomba Pidato pada ajang kompetisi keagamaan dan seni Young Mosleem Champ SMP se Kabupaten Tulungagung dan mewakili Kabupaten ke Tingkat Provinsi dalam lomba yang sama.

Ia pun menyampaikan bahwa sebagai generasi muslim dalam belajar ingin dapat meningkatkan “Iman, Ilmu dan Imun”. Apalagi di tengah pandemi Covid seperti sekarang ini. Imunitas harus terjaga sehingga dapat melaksanakan aktifitas yang bermanfaat termasuk memiliki pola hidup sehat dan menghindari aktifitas yang merusak dan berbagai pergaulan bebas. Meskipun di jaman digital semua dipermudah dengan teknologi, bukan berati generasi muda Islam hanya menjadi kaum rebahan yang tidak punya aktifitas produktif. Masa muda sebagai masa pencarian jati diri dalam prosesnya tidak lepas dari lingkungan sekitarnya baik di rumah, sekolah maupun pergaulan.

Dalam peningkatan keimanan mereka hendaknya memahami betul makna iman sebagai suatu keyakinan yang menghujam dan tertanam dalam hati, dilafalkan dengan ucapad dan dibuktikan dengan perbuatan. Iman bukan hanya percaya, melainkan keyakinan yang mendorong seorang muslim berbuat amal shaleh. Seseorang dinyatakan beriman bukan hanya percaya terhadap sesuatu, melainkan mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai keyakinan. Iman menanamkan semangat berani menegakkan kebenaran, memberikan ketentraman jiwa, dan melahirkan sikap ikhlas.

Sebagaimana dalam Quran Surat Al-Kahfi Ayat 10

 إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُوا۟ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Yang artinya: (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".

Keimanan seseorang hendaknya diikuti dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini karena dengan ilmu dapat memajukan segala aspek kehidupan manusia dalam membangun dan memajukan masyarakatnya, agamanya, dan bangsanya. Dengan ilmu pengetahuan Alloh SWT akan meninggikan derajadnya baik di dunia maupun di akherat kelak, sebagaimana firman Allah:

يرفع   الله   الذين  آمنوا  منكم   والذين  أوتوا  العلم  درجات (المجادلة:11)

Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS Al-Mujaadalah:11).

Selanjutnya, dengan ilmu pengetahuan pula manusia yang diciptakan Allah swt sebagai khalifah di muka bumi ini mampu membuka tabir tanda-tanda zaman dan mampu memanfaatkan serta mengolah segala apa yang ada di bumi ini bagi kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Dan dengan ilmu pengetahuan pulalah manusia dapat membuat sesuatu sulit menjadi mudah. Bahkan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan beribadah kepadaNya serta bermuamalah kepada sesama makhluknyapun kita perlu berilmu.

 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelatihan Design Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Aman Mengatasi Blendrang

Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid