BEST PRACTICE PEMECAHAN MASALAH PEMBELAJARAN DI RUMAH (LEARNING FOR HOME) SMPN I TULUNGAGUNG (3)
Kepala
sekolah bersama Wakasek, Tim IT dan Kepala Laboratorium SMPN 1 Tulungagung berkoordinasi
merancang program dan mencari solusi. Upaya memecahkan masalah terhadap
kendala-kendala yang dihadapi dalam melaksanakan Learning for home secara
efektif dan efisien. Hasilnya adalah sebagai berikut:
1. Pemecahan
Masalah atas kendala yang dialami siswa
a. Peserta didik di SMPN 1 Tulungagung dari keluarga miskin yang tidak
memiliki gawai, laptop, dan akses internet didata melalui wali kelas dan guru
pengajar. Waka Kesiswaan menampung dan mengevaluasi data yang masuk kemudian
dikoordinasikan dengan Kepala sekolah, Waka, dan Kepala Laboratorium. Solusi
pertama, ini terjadi di awal LFH siswa yang terkendala mengerjakan secara
manual kemudian mengirim dengan meminjam gawai temannya yang dekat atau pinjam
saudaranya. Solusi kedua, Sekolah meminjamkan tablet dengan cara memanggil
orang tua/wali ke sekolah untuk menanda tangani berita acara peminjaman. Tablet
ini adalah inventaris sekolah sejumlah 500 sebagai reward sekolah yang memiliki
kinerja baik. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol
kesehatan. Sedangkan siswa yang tidak
mampu membeli paket data didata nomor HP nya dan sekolah mengirimkan paket
data.
b. Siswa yang dalam pembelajaran daring tidak dapat mengakses jaringan
internet, putus-putus bahkan harus keluar rumah diberikan kemudahan kelonggaran
mengirim, atau misalnya mengirim vidio diganti dengan membuat diskripsi.
c. Siswa yang mulai mengalami kejenuhan, bosan selalu belajar dengan
LFH diatasi dengan memperbanyak variasi pembelajaran melalui berbagai aplikasi,
televisi, yutube dll. Guru juga diharapkan tidak hanya memberi tugas tetapi
dalam prosesnya juga harus berinteraksi dengan siswa dan menyapa siswa.
d. Siswa yang kurang fokus, kurang disiplin terhadap jadwal dan bahkan
sering ketiduran dijapri langsung oleh ketua kelas dan guru pengajar.
e. Siswa yang tidak disiplin dalam belajar dan pengumpulan tugas
dikomunikasikan lewat wali kelas, kesisiwaan dan paguyuban orang tua wali.
2. Pemecahan
Masalah atas Kendala yang dialami Guru
a. Kemampuan Guru SMPN 1 Tulungagung yang tidak sama dalam penguasaan
IT dibagi menjadi 2 kelompok didampingi oleh Tim IT dan yang sudah mahir. Kelompok
yang mampu ditingkatkan kemampuannya dalam memperdalam aplikasi diadakan
pelatihan di Ruang multi Media untuk mengasah dan membuat berbagai aplikasi
pembelajaran. Sedangkan kelompok guru yang kurang mampu dibidang IT
ditingkatkan kemampuannya dalam merancang pembalajaran berbasis WA di ruang Lab
Komputer.
b. Pembelajaran yang semula hanya monoton bahkan sebatas tugas-tugas
saja diatasi dengan penggunaan variasi model dan aplikasi pembelajaran. Guru
mulai menggunakan Google Classroom, Google Formulir, Zoom, edmodo, Yutube,
Skype dll. Hal ini membuat siswa semakin bersemangat belajar. Banyak siswa yang
tidak mau memperhatikan, kurang fokus dan tidak berkontribusi dalam
pembelajaran. Hal ini menyebabkan target penguasaan kompetensi sulit dicapai
meskipun guru sudah menurunkan capaian target belajar/KD.
c. Guru yang terkendala fasilitas teknologi dihimbau untuk berinovasi dan
sekolah meminjamkan tablet atau melaksanakan pembelajaran dari Lab Multimedia.
d.
Anak yang tidak bisa hadir saat pembelajaran daring dengan berbagai
sebab dikoordinasikan melalui group Kesiswaan, wali kelas dan ketua kelas
tiap-tiap jenjang.
e. Untuk meningkatkan hubungan emosional guru dan anak diatasi dengan
cara guru lebih sering interaksi dengan anak tidak hanya pada saat pembelajaran
tapi juga mengingatkan waktunya belajar, bangun, tidur dan sholat diluar jam
pembelajaran.
3. Pemecahan
masalah atas kendala yang dialami Sekolah
a. Kompetensi Guru dalam
penguasaan IT yang beragam dan kompetensi melaksanakan pembelajaran daring
difasilitasi dengan pelatihan dan penyediaan fasilitas pembelajaran daring di
awal penerapan LFH.
a. Kedisiplinan Guru.
Adanya guru yang kurang disiplin dan kurang
semangat dalam melakukan pembelajaran dari rumah diatasi dengan pembinaan dari
sekolah dan pengawas. Hal juga ditindak lanjuti dengan supervisi oleh KS dan
pengawas melalui Waka Kurikulum dibantu urusan administrasi dan PBM.
b. Sarana Prasarana
Penyiapan sarana prasarana protokol kesehatan
menghadapi pandemi covid-19, sarana pembelajaran LFH diatasi dengan merubah
anggaran untuk pemenuhan yang tdak bertentangan dengan aturan. Sedangkan sarana
yang sudah tersedia di Laboratorium Komputer dipinjamkan kepada siswa dan guru
yang kesulitan.
c. Pembiayaan
Melonjaknya pengeluaran masa covid-19 diatasi
dengan efektifitas dan efisiensi anggaran serta prioritas kebutuhan. Perubahan
terhadap beberapa kegiatan yang tidak terlaksana digunakan untuk pemenuhan
kebutuhan akibat covid-19.
4. Pemecahan
masalah kendala yang dialami Orang tua
a. Bagi orang tua yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang
mampu dan terdampak langsung dari Covid-19 difasilitasi dengan pinjaman HP,
bantuan paket data. Selain itu sekolah juga menghimbau kepada guru untuk tidak
menerapkan pembelajaran yang banyak menyerap kuota.
b. Orang tua dari latar belakang pendidikan rendah yang kesulitan
membantu putrannya dalam konten materi dijelaskan/diedukasi melalui paguyuban
tentang peran orang tua:
1)
Mencegah penyebaran covid-19 kepada seluruh anggota keluarga
masing-masing.
2)
Fokus kepada pendampingan anak belajar dan bukan pada konten
materi, karena sekolah lebih mengutamakan proses pendidikan bermakna dan
penguatan pendidikan karakter.
3)
Memberikan kegiatan positif kepada anak-anaknya termasuk ikut
membantu pekerjaan orang tua.
c. Himbauan kepada orang tua harus bekerja tetaplah harus bekerja dan
pendampinga dan pengawasan dapat dipantau lewat media sosial karena anak usia
SMP sudah mulai bisa bertanggung jawab. Dan tugas-tugas anak dilihat setelah
pulang kerja. Selama masa covid hasil belajar bukan bersifat kuantitatif tetapi
kualitatif sedangkan penilaian kuantitatif difokuskan pada hasil peniaian di
semester ganjil dan sebelum masa covid-19.
d. Sekolah melalui wali kelas, guru pengajar serta pengurus kelas ikut
serta dalam mengingatkan kedisiplinan anak dalam membagi waktu untuk
mengerjakan tugas. Orang tua dihimbau melaui paguyuban untuk senantiasa sabar,
ikhlas dan bersemangat dalam membimbing putra-putrinya. Hal ini karena anak
adalah amanah yang harus diperjuangkan
Komentar
Posting Komentar