BEST PRACTICE PEMBELAJARAN DI RUMAH (LEARNING FOR HOME) SMPN I TULUNGAGUNG
Saat
dunia dikejutkan dengan pandemi Corona Virus Diseases-19 (Covid-19) yang berdampak
pada banyaknya korban meninggal berakibat terjadi perubahan besar pada seluruh
aspek kehidupan manusia. Virus yang disinyalir berasal dari Wuhan Cina ini
penyebarannya begitu cepat lewat kontak antar manusia yang sulit diprediksi.
Rumitnya penanganan virus ini menyebabkan para pemimpin pemerintahan menerapkan
kebijakan yang cukup ketat untuk memutus rantai penyebarannya.
Begitu
pula di dunia pendidikan saat diumumkannya kondisi darurat bagi dunia
pendidikan pada tanggal 14 Maret 2020 yang mengharuskan siswa belajar di rumah.
Namun untuk SMP yang dibawah Dinas Pendidikan kabupaten masih menunggu surat
edaran, sehingga pada Hari Senin tanggal 16 Maret 2020 siswa masih masuk dengan
instruksi untuk dipulangkan. Kejutan ini pula yang membuat sekolah mengambil
langkah cepat, strategis dan aman mengingat siswa usia SMP perlu penjelasan
lebih detail. Hal ini diharapkan setelah anak berada dirumah dapat
melaksanakan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya.
A.
Deskripsi Layanan pembelajaran di Rumah
Pembelajaran
pada masa Covid-19 ini mengaju pada edaran Mendikbud no 4 tahun 2020 tentang
Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). yang
diperkuat dengan SE Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan BDR
selama darurat Covid-19. Dalam surat edaran ini disebutkan bahwa tujuan dari
pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan hak peserta
didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19, melindungi
warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan
penularan Covid-19 di satuan pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan
psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.
Dengan
kondisi darurat ini semaksimal mungkin tetap berupaya memenuhi layanan
pendidikan. Prinsipnya keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik,
pendidik, kepala sekolah, dan seluruh warga satuan pendidikan adalah menjadi
pertimbangan yang utama dalam pelaksanaan belajar dari rumah,”
Kegiatan
belajar dari rumah dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang
bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh
capaian kurikulum serta difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain
mengenai pandemi Covid-19. Materi pembelajaran bersifat inklusif sesuai dengan
usia dan jenjang pendidikan, konteks budaya, karakter dan jenis kekhususan
peserta didik.
Hasil
belajar peserta didik selama BDR diberi umpan balik yang bersifat kualitatif
dan berguna dari guru tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif, serta
mengedapankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru dengan
orang tua. Metode pembelajaran jarak jauh secara luring dengan memanfaatkan
berbagai layanan pembelajaran disediakan oleh Kemendikbud antara lain program
belajar dari rumah melalui TVRI, radio, modul belajar mandiri dan lembar kerja,
bahan ajar cetak serta alat peraga dan media belajar dari benda dan lingkungan
sekitar.
Layanan
Pembelajaran di rumah masa covid-19 di SMPN 1 Tulungagung dimulai pada tanggal
16 Maret 2020 sebagai berikut:
1. Di awali dengan apel pagi di halaman upacara. Siswa mendapat
penjelasan secara detail dari kurikulum tentang bagaimana menerapkan protokol
kesehatan dengan benar. Hal ini dikarenakan anak-anak SMP perlu penguatan
secara jelas dengan hal-hal yang baru. Setelah itu ketua kelas diminta langsung
membuat group kelas dengan memasukkan nomor seluruh guru pengajar. Humas
membuat edaran kepada wali kelas yang harus dilanjutkan kepada orang tua wali
murid melalui paguyuban. Alhamdulilah semua berjalan lancar dan siswa segera
dipulangkan untuk menerima pembelajaran di rumah. Ketua kelas setiap hari harus
melaporkan pembelajaran yang dilakukan guru melalui WA ke urusan PBM di
kurikulum.
2. Kepala sekolah melalui Waka Kurikulum dengan dibantu staf sekolah
merancang program sekolah masa pandemi Covid-19 mengenahi persiapan
pembelajaran, proses pembelajaran, evaluasi pembelajaran, pelaporan
pembelajaran, supervisi kegiatan pembelajaran dan pengadministrasian absensi,
jurnal pembelajaran online, proses pembelajaran, penilaian dan peningkatan
kompetensi guru dalam pembelajaran daring.
3. Mengadakan koordinasi antara kepala sekolah, Seluruh waka, Staf
Sekolah dan Kepala Tata Usaha dalam penyiapan protokol kesehatan di sekolah
berupa penerbitan keputusan kepala Sekolah tentang protokol kesehatan,
pembuatan banner, mengirim pengumuman kepada seluruh warga sekolah, mengirim
himbauan kepada paguyuban tentang pengawasan dan pengarahan kepada putra
putrinya dan penyiapan sarana protokol kesehatan diarea sekolah.
4.
Minggu Pertama memfasilitasi Bapak ibu guru dalam pembelajaran
online dengan mengadakan pelatihan pembelajaran online melalui aplikasi dan WA
di Multi Media dan ruang komputer. Pelatihan ini disesuaikan dengan kemampuan
guru supaya dapat segera diterpkan dalam proses pembelajaran. Bapak Ibu guru
yang sudah familier dengan berbagai aplikasidi dipandu untuk penguatan
penggunaan aplikasi sesuai dengan pilihannya. Ada yang menggunakan edmodo,
geoogle classrom, Geogle formulir, quiziz, meeting room, dan zoom. Sedangkan
Bapak Ibu yang masih familier dengan WA dipandu untuk menyelenggarakan
pembelajaran berbasis WA. Dengan upaya ini diharapkan terjadi interaksi dalam
proses pembelajaran dan tidak hanya sebatas memberikan tugas.
5. Mengirimkan berbagai link pembelajaran yang dishare oleh
kemendikbud dan berbagai layanan pembelajaran.
6. Minggu Kedua memberikan pelatihan pembuatan soal PTS untuk kelas 7
dan 8 dan PAS untuk kelas 9 melalui aplikasi Quiziiz. Untuk memisahkan kelas
quiziiz di laksanakan dalam geoogle Classroom sehingga hasilnya dapat diakses
di kelas masing-masing.
7. Minggu ketiga pelaksanaan ulangan yang dimulai dengan pemberitahuan
kepada seluruh orang tua melalui group paguyuban kelas. Sedangkan wali kelas
juga menyampikan pengumuman kepada ketua kelas dan group kelas.
8. Minggu berikutnya proses pembelajaran online untuk kelas 7 dan
8 dan penilaian pengganti US dengan kegiatan
pembelajaran dan penilaian berbasis literasi dan penguatan pendidikan karakter.
9. Saat memasuki bulan Romadhon kegiatan pembelajaran minggu pertama
pondok romadhon dengan memanfaatkan geoogle formulir dan zoom. Sedangkan
pelaksanaan ibadah romadhon sebulan penuh tiap minggu di submit di geooglee
formulir.
B.
Kendala yang dihadapi
C.
Pemecahan Masalah
D. Hasil
Mantab...pembahasan yg tuntas...dan tuntaskan !
BalasHapus